- Meningkatnya daya muat untuk mengumpulkan, memanipulasi dan menyajikan informasi.
- Kecepatan penyajian informasi yang meningkat.
- Miniaturisasi perangkat keras yang disertai dengan ketersediaannya yang melimpah.
- Keragaman pilihan informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan.
- Biaya perolehan informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam jarak jauh, yang secara relatif semakin turun.
- Kemudahan penggunaan produk teknologi kamunikasi dan informasi, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
- Kemampuan distribusi informasi yang semakin capat dan luas, dankarena itu informasi lebih mudah diperoleh, dengan menembus batas-batas geografi, politis, maupun kedaulatan.
- Meningkatnya kegunaan informasi dengan keanekaragaman pelayanan yang dapat diberikan, hingga memungkinkan pemecahan masalah yang ada secara lebih baik serta dibuatnya prediksi masa depan yang lebih tepat.
Mari Membaca
Minggu, 14 November 2021
Bagaimana sih pemaparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi (TIK)?
Minggu, 24 Oktober 2021
Bagaimana sih menerapkan perancangan Produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)??
Perancangan Produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
Disusun Oleh:
Irfan Darma Putra
19005064
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
TIK juga merupakan salah satu kekuatan pendorong dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas tinggi. TIK dapat meningkatkan mutu pengajaran, pembelajaran dan manajemen di sekolah dan sehingga membantu meningkatkan standar. Saat ini, seiring dengan perkembangan dan kemajuannya, TIK mampu memberikan solusi dan layanan baru untuk kegiatan pendidikan. TIK dapat menawarkan alat baru untuk meningkatkan pengetahuan. Penggunaan TIK dalam pendidikan telah meningkatkan minat peserta didik. Meskipun alat TIK semakin populer, banyak guru masih memiliki tantangan untuk mengintegrasikan alat TIK dalam kegiatan pembelajaran.
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu rancangan produk teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekadar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD (compact disk) (kapasitas sekitar 700MB), DVD (digital versatile disk) (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun diska lepas (flash disk), diska keras (hard disk), dan penyimpanan awan (cloud storage). Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.
Menerapkan rancangan produk Teknologi Informasi Komunikasi di Indonesia sendiri pernah menggunakan istilah telematika (telematics). Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi vidio converence yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Daftar Bacaan:
Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran.
Rabu, 13 Oktober 2021
Bagaimana sih merancang produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
Perancangan Produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
Disusun Oleh:
Irfan Darma Putra
19005064
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Minggu, 03 Oktober 2021
Yuk cari tau mengelola TIK dalam PLS!!
Pengelolaan TIK dalam PLS
Dibuat Oleh:
Irfan Darma Putra
19005064
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
A. Identifikasi sasaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung suatu produk TIK yang digunakan dalam program PLS
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:
- Dari pelatihan ke penampilan
- Dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja
- Dari kertas ke “on line” atau saluran
- Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
- Dari waktu siklus ke waktu nyata.
Dalam melaksanakan suatu program kegiatan dalam proses belajar pendidikan luar sekolah, kita harus melakukan identifikasi kebutuhan warga belajar kita. Karena dalam Program PLS sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh warga belajarnya. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupannya, demi mencapai suatu hasil (tujuan) yang lebih baik. Menurut Witkin (1984:3) dinyatakan bahwa identifikasi kebutuhan adalah proses dan sekaligus prosedur yang sistematis untuk menentukan prioritas kebutuhan dan pengambilan keputusan tentang program dan alokasi sumberdaya yang diperlukan bagi keberlangsungan satu program layanan pendidikan atau layanan sosial. Dengan demikian proses identifikasi kebutuhan pengumpulan informasi, data, fakta tentang :
- Apa yang Ada
- Apa yang seharusnya ada
- Menentukan kebutuhan-kebutuhan
- Menentukan apa yang harus dicapai
Identifikasi kebutuhan sasaran dalam TIK adalah kita harus menyesuaikan bahan pembelajaran berbasis TIK yang kita berikan itu sesuai dengan kebutuhan warga belajar kiata. Selain itu kita harus juga melihat siapa sasaran warga belajar kita, apakah sararan kita itu anak- anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Kita harus manpu menyesuaikan konsep pembelajaran TIK yang seperti apa yang bisa kita gunakan dalam proses pembelajaran warga belajar kita. Identifikasi sasaran ini sangat diperlukan dalam merencanakan suatu pembelajaran yang berbasis TIK yang akan kita gunakan. Jadi identifikasi kebutuhan sasaran adalah suatu proses menganalisis atau mengidentifikasi jenis pembelajaran yang seperti apa yang dibutuhkan oleh sasaran kita pada saat melaksanakan proses pembelajaran nanti nya.
Salah satu bahan belajar berbasis TIK yang bisa mendukung program PLS adalah konsep belajar adalah konsep belajar berbasis WEB (E- learning ). Konsep bahan belajar ini adalah proses pembelajarannya berbasis internet dan semua materi pembelajaran bisa dipelajari dalam internet ketika menggunakan konsep belajar berbasis web ini. Karena pada saat melakukan pembelajaran pada konsep ini menggunakan internet atau e-learning. Tidak hanya materi, pengiriman dan pemberian tugas juga bisa dilakukan dengan pembelajaran berbasis web.
1) Mengdentifikasi sasaran TIK dalam pendidikan luar sekolah
a. Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT
Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk dari pada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web.
Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.
Jumat, 24 September 2021
Pentingnya menguasai Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
PRAKTIK PENGUASAAN TIK
Dibuat Oleh:
Irfan Darma Putra
19005064
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
Kita ketahui bahwa pendidik merupakan tokoh kunci dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kegiatan pembelajaran bersama pendidik, peserta didik menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai. Sehingga diperlukan pendidik yang professional. Pendidik professional meyakini bahwa hidup adalah belajar terus-menerus menuju kesempurnaan. Untuk dapat menjadi pendidik yang professional, tidak hanya diperlukan kualifikasi akademik, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK menurut William dan Sawyer (2003), teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) sebagai jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan juga video.
Fungsi TIK bagi pendidik menurut Eni Setyomukti (3013), sebagai pengembangan diri dan sebagai penunjang proses pembelajaran. Mulai dari membuat program, menyiapkan rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang inovatif sampai mendokumenkan nilai siswa, akan lebih mudah kalau kita mengerjakannya dengan komputer. Sehingga minimal pendidik dapat menguasai kemapuan dasar TIK untuk menunjang tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
Keberadaan pendidik yang kompeten dan profesional merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Salah satu indikator pendidik profesional dan kompeten adalah pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan keilmuan yang semakin canggih dan mampu menerapkan model dan metode pembelajaran berdasarkan tuntutan waktu dan kebutuhan peserta didik. Penerapan pola ini akan menciptakan suasana menyenangkan dalam belajar, enjoy dalam mengajar, yang pada akhirnya akan menghasilkan proses KBM yang berkualitas.
Adapun cara-cara untuk untuk memenuhi praktik penguasaan Teknologi Informasi Komunikasi bagi pendidik yaitu :
- Mendorong diri memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari sumber belajar. Sebagai contoh menarik minat anak didik untuk masuk pelajaran dengan pembukaan berupa video atau tampilan power point yang menarik, yang membuat anak jadi ingin tahu. Tentu saja ini memerlukan sarana dan prasarana pendukung dari sekolah. Tidak semua sekolah memiliki proyektor dan juga speaker, namun sekali lagi, kemampuan pendidik menggunakan piranti semacam ini penting. Pendidik perlu menguasai cara membuat slide untuk presentasi yang menarik, menambahkan animasi dan membuat desain dengan cara yang bervariasi.
- Mengedukasi anak menggunakan piranti elektronik dan akses internet untuk belajar. Memberikan tugas-tugas yang membuat anak belajar dengan menggunakan akses tersebut. Beberapa sekolah yang maju dan semua siswanya bisa terhubung dengan internet berlangganan situs-situs pembelajaran seperti, Raz-kidz.com untuk meningkatkan kemampuan membaca bahasa Inggris, Science, dan Matematika. Sebagai contoh, memanfaatkan situs seperti IXL.com untuk melatih anak belajar matematika. Ada banyak situs-situs pendidikan yang bisa kita sarankan pada siswa untuk meningkatkan kemampuan pelajaran yang kita ampu. Sebagai pendidik yang kemungkinan mengampu semua mata pelajaran tentunya situs-situs ini bisa berguna sekali. Referensi tambahan untuk latihan pelajaran dengan topik-topik tertentu.
- Memberikan pembelajaran pada peserta didik terkait dengan etika di dunia maya dan memberikan pemahaman pentingnya menggunakan internet untuk kebaikan, bukan sekedar fun, namun memiliki nilai tambah yaitu ilmu dan etika.
Minggu, 19 September 2021
Mau tau gak sih keberterimaan warga belajar terhadap produk Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan dalam PLS
KEBERTERIMAAN WARGA BELAJAR TERHADAP PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) YANG DIGUNAKAN DALAM PLS
Kamis, 09 September 2021
Sudah paham belum tentang aspek pengelolaan sumber daya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk program Pendidikan Luar Sekolah (PLS)
Jumat, 03 September 2021
Yuk pahami TIK sebagai sarana komunikasi dengan beberapa kelompok sasaran
MEMAHAMI TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN
Dibuat Oleh:
Irfan Darma Putra (19005064)
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang
- Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia
- Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik
- Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab
- Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi. penggunaan TIK menjadi salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional.
- Penambahan Software Pembelajaran
- Pengembangan Web
- Jaringan Internet
- Pengadaan Hardware
- Pengadaan Software
- Perawatan
- Pojok Internet
- Perpustakaan Digital
- Kelas Virtual
- Lab Multimedia
- Papan Elektronik
Rabu, 25 Agustus 2021
Bagaimana sih memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK)??
PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Dibuat oleh:
Irfan Darma Putra (19005064)
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang
Kamis, 19 Agustus 2021
Bagaimana sih dampak perkembangan TIK dalam bidang pendidikan
- Mempermudah dan mempersingkat proses pertukaran informasi
- Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan
- Memungkinkan pembelajaran online sepenuhnya
- Dapat berkomunikasi dengan orang lain walaupun tidak berada di lokasi yang sama
Minggu, 13 Desember 2020
Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan Masyarakat
Definisi
Menurut Sumordiningrat (1999)
Tujuan
- Perbaikan Kelembagaan (Better Institution)
- Perbaikan Usaha (Better Business)
- Perbaikan Pendapatan (Better Income)
- Perbaikan Lingkungan (Better Enviroment)
- Perbaikan Kehidupan (Better Living)
- Perbaikan Masyarakat (Better Community)
Ciri - Ciri
- Community Organization
- Community Leader
- Community Fund
- Community Knowledge
- Community Material
- Community Technology
Tahapan
- Tahap Persiapan
- Tahapan Pengkajian (Assesment)
- Tahap Perencanaan Alternatif Program atau Kegiatan
- Tahapan Pemformalisasi Rencana Aksi
- Tahap Pelaksanaan (Implementasi) Program atau Kegiatan
- Tahap Evaluasi
- Tahap Terminasi
Jenis
- Sikap Radikal
- Sikap Kebersamaan
- Pendekatan Dengan Sistem Gagasan
Prinsip
- Prinsip Kesetaraan
- Prinsip Partisipasi
- Prinsip Keswadayaan atau Kemandirian
- Prinsip Berkelanjutan
Bagaimana sih pemaparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi (TIK)?
Paparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dibuat Oleh: Irfan Darma Putra 19005064 PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH F...
-
PRAKTIK PENGUASAAN TIK Dibuat Oleh: Irfan Darma Putra 19005064 PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG ...
-
Pemberdayaan Masyarakat Definisi Pemberdayaan masyarakat ini merupakan suatu proses pembangunan yang mana masyarakatnya itu mempunyai inisi...









