Minggu, 14 November 2021

Bagaimana sih pemaparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi (TIK)?

Paparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 

Dibuat Oleh:

Irfan Darma Putra

19005064

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG




   Kalian tau kan bahwa perkembangan dunia pendidikan seakan tidak pernah ada kata habis. Pendidikan selalu berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Globalisasi menuntut masyarakat tiap negara untuk berbenah, agar tidak ketinggalan dengan negara-negara lain, termasuk bangsa Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada sekarang bukan lagi dalam hitungan tahun, bulan atau pun hari, melainkan jam bahkan menit atau detik, terutama berkaitan dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi elektronik. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, khususnya bidang pendidikan.

     Oleh sebab itu, makin maju masyarakat makin banyak teknologi yang dikembangkan dan digunakan, sehingga tidak bisa pungkiri teknologi menjadi sebuah virus baru yang menjangkiti masyarakat dan tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Dikatakan virus karena semua aspek kehidupan mudah terjangkiti dengan hadirnya teknologi ini dan siapa yang mencoba untuk menolak akan terasingkan dalam dunia.

    Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengalami perkembangan yang amat pesat dan secara fundamental telah membawa perubahan yang signifikan dalam percepatan dan inovasi penyelenggaraan pendidikan. Salah satunya untuk pembelajaran, di mana pembelajaran sekarang tidak lagi di dominasi dengan metode ceramah saja tetapi pemanfaatan teknologi yang ada memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan.

  1. Meningkatnya daya muat untuk mengumpulkan, memanipulasi dan menyajikan informasi.
  2. Kecepatan penyajian informasi yang meningkat.
  3. Miniaturisasi perangkat keras yang disertai dengan ketersediaannya yang melimpah.
  4. Keragaman pilihan informasi untuk melayani berbagai macam kebutuhan.
  5. Biaya perolehan informasi, terutama biaya untuk transmisi data yang cepat dalam jarak jauh, yang secara relatif semakin turun.
  6. Kemudahan penggunaan produk teknologi kamunikasi dan informasi, baik yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunaknya.
  7. Kemampuan distribusi informasi yang semakin capat dan luas, dankarena itu informasi lebih mudah diperoleh, dengan menembus batas-batas geografi, politis, maupun kedaulatan.
  8. Meningkatnya kegunaan informasi dengan keanekaragaman pelayanan yang dapat diberikan, hingga memungkinkan pemecahan masalah yang ada secara lebih baik serta dibuatnya prediksi masa depan yang lebih tepat.

Minggu, 24 Oktober 2021

Bagaimana sih menerapkan perancangan Produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)??

 Perancangan Produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)

Disusun Oleh:

Irfan Darma Putra

19005064

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


    Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

    TIK juga merupakan salah satu kekuatan pendorong dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas tinggi. TIK dapat meningkatkan mutu pengajaran, pembelajaran dan manajemen di sekolah dan sehingga membantu meningkatkan standar. Saat ini, seiring dengan perkembangan dan kemajuannya, TIK mampu memberikan solusi dan layanan baru untuk kegiatan pendidikan. TIK dapat menawarkan alat baru untuk meningkatkan pengetahuan. Penggunaan TIK dalam pendidikan telah meningkatkan minat peserta didik. Meskipun alat TIK semakin populer, banyak guru masih memiliki tantangan untuk mengintegrasikan alat TIK dalam kegiatan pembelajaran.

    Buku elektronik atau e-book adalah salah satu rancangan produk teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun movie sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional. Jenis e-book paling sederhana adalah yang sekadar memindahkan buku konvensional menjadi bentuk elektronik yang ditayangkan oleh komputer. Dengan teknologi ini, ratusan buku dapat disimpan dalam satu keping CD (compact disk) (kapasitas sekitar 700MB), DVD (digital versatile disk) (kapasitas 4,7 sampai 8,5 GB) maupun diska lepas (flash disk), diska keras (hard disk), dan penyimpanan awan (cloud storage). Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji.

    Menerapkan rancangan produk Teknologi Informasi Komunikasi di Indonesia sendiri pernah menggunakan istilah telematika (telematics). Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi vidio converence yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini. 

Daftar Bacaan:

Haryanto, Edy. (2008). Teknologi Informasi dan Komunikasi: Konsep dan Perkembangannya. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Sebagai Media Pembelajaran.

Rabu, 13 Oktober 2021

Bagaimana sih merancang produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)


 Perancangan Produk Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)

Disusun Oleh:

Irfan Darma Putra

19005064

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG




    Di era globalisasi yang berkembang pesat saat ini, teknologi dan industrialisasi, menghasilkan produk teknologi yang tidak terhitung jumlahnya, banyak teknologi yang dapat dikembangkan  untuk  membantu dan mempermudah manusia dalam memperoleh ilmu pengetahuan, baik itu dalam pekerjaan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran. Beraneka jenis ragam untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam pendidikan, kesehatan, serta sekedar untuk hiburan, salah satu produk teknologi yang sedang populer dikalangan siswa saat ini adalah media online. Media online adalah media massa yang tersaji secara online di situs web (website) internet salah satu nya media blog.

    Blog adalah singkatan dari “web log” adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai tulisan-tulisan  (yang  dimuat  sebagai  posting) pada sebuah halaman web umum. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut. Blog sangat membantu peserta didik dalam belajar, yaitu sebagai sumber belajar dan dapat memberikan sebuah  peluang agar kegiatan belajar lebih menarik dan interaktif. Melalui blog kita dapat sumber-sumber materi yang  relevan dan dapat dipublikasikan ke seluruh penjuru sehingga bisa diakses oleh siapapun. Dengan demikian, kesulitan siswa dalam mengumpulkan sumber-sumber informasi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran dapat diatasi. 

    Oleh karena itu, blog merupakan salah satu sumber belajar yang strategis untuk meningkatkan hasil belajar yang aktif dan interaktif, dan  juga dapat mempermudah siswa dalam memperoleh sumber belajar yang baik untuk memperoleh hasil belajar yang bagus. Jadi penggunaan media dalam proses belajar di harapkan dapat menarik perhatian siswa dan dapat menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

    Blog adalah website yang bersifat personal, yang memuat opini personal dan hal-hal  lain yang merupakan aktualisasi  diri pembuatnya  secara personal yang ingin ia kabarkan pada komunitas global dunia. Penerapannya pada proses pembelajaran blog bisa dimanfaatkan oleh pendidik untuk memposting bahan ajar sehingga peserta didiknya dapat mempelajari melalui blog tersebut. Bahkan lebih dari itu, tidak hanya peserta didik saja yang secara formal yang dapat menikmati bahan ajar melainkan semua orang yang membutuhkannya. 

    Sebagai media belajar, blog dapat digunakan untuk memposting atau mengarsipkan apa yang didapat dalam internet. Bagi peserta didik blog dapat di gunakan sebagai media belajar, karena materi ajar yang akan diberikan disekolah ditampilkan sebagai halaman web. Hal ini sebagai suatu solusi sistem pengajaran diluar kelas sekaligus mengenalkan anak dalam dunia teknologi dan informasi khususnya dunia internet, sebagai media pengajar atau lebih tepatnya media saling berbagi peserta didik. Blog dapat dijadikan media belajar interaktif. Informasi yang ditampilkan dalam blog, tidak menutup  kemungkinan  akan  mendapat  respon atau komentar dari pengunjung blog, baik respon positif maupun yang kontra. 

    Komentar yang di sampaikan oleh pengunjung dapat digunakan sebagai  alat untuk  mengukur seberapa besar pengaruh informasi yang dibuat didalam blog. Dengan memberi respon balik terhadap komentar yang masuk, berarti blogger peduli terhadap setiap pengunjung yang mengakses blognya. Dengan membiasakan hal tersebut di atas maka pendidik dengan sendirinya akan menjadi peka terhadap informasi pedidikan yang berkembang dan akan terbiasa untuk menulis. Disamping itu pendidik juga dapat menciptakan media pembelajaran yang bervariatif dengan memanfaatkan media blog, melalui publising  materi  pelajaran, soal-soal dan  pembahasannya dan guru juga dapat mengukur dirinya melalui komentar yang masuk dalam sebuah blog, sehingga dengan komentar tersebut  di  harapkan pendidik dapat  melakukan  refleksi  diri  tentu  saja  dalam  rangka  menuju perubahan diri untuk menjadi pendidik yang professional dan kompeten.


Daftar Bacaan:
Arsyad, Azhar. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajawali Persada
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru, 1991


Minggu, 03 Oktober 2021

Yuk cari tau mengelola TIK dalam PLS!!


 Pengelolaan TIK dalam PLS

Dibuat Oleh:

Irfan Darma Putra

19005064

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG



A. Identifikasi sasaran dan kebutuhan bahan belajar pendukung suatu produk TIK yang digunakan dalam program PLS


Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu:

  1. Dari pelatihan ke penampilan
  2. Dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja
  3. Dari kertas ke “on line” atau saluran
  4. Fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja
  5. Dari waktu siklus ke waktu nyata.


    Dalam melaksanakan suatu program kegiatan dalam proses belajar pendidikan luar sekolah, kita harus melakukan identifikasi kebutuhan warga belajar kita. Karena dalam Program PLS sistem pembelajaran harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan oleh warga belajarnya. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh manusia untuk kehidupannya, demi mencapai suatu hasil (tujuan) yang lebih baik. Menurut Witkin (1984:3) dinyatakan bahwa identifikasi kebutuhan adalah proses dan sekaligus prosedur yang sistematis untuk menentukan prioritas kebutuhan dan pengambilan keputusan tentang program dan alokasi sumberdaya yang diperlukan bagi keberlangsungan satu program layanan pendidikan atau layanan sosial. Dengan demikian proses identifikasi kebutuhan pengumpulan informasi, data, fakta tentang :

  1. Apa yang Ada
  2. Apa yang seharusnya ada
  3. Menentukan kebutuhan-kebutuhan
  4. Menentukan apa yang harus dicapai

    Identifikasi kebutuhan sasaran dalam TIK adalah kita harus menyesuaikan bahan pembelajaran berbasis TIK yang kita berikan itu sesuai dengan kebutuhan warga belajar kiata. Selain itu kita harus juga melihat siapa sasaran warga belajar kita, apakah sararan kita itu anak- anak, remaja, dewasa, ataupun lansia. Kita harus manpu menyesuaikan konsep pembelajaran TIK yang seperti apa yang bisa kita gunakan dalam proses pembelajaran warga belajar kita. Identifikasi sasaran ini sangat diperlukan dalam merencanakan suatu pembelajaran yang berbasis TIK yang akan kita gunakan. Jadi identifikasi kebutuhan sasaran adalah suatu proses menganalisis atau mengidentifikasi jenis pembelajaran yang seperti apa yang dibutuhkan oleh sasaran kita pada saat melaksanakan proses pembelajaran nanti nya.


    Salah satu bahan belajar berbasis TIK  yang bisa mendukung program PLS adalah konsep belajar adalah konsep belajar berbasis WEB (E- learning ). Konsep bahan belajar ini adalah proses pembelajarannya berbasis internet dan semua materi pembelajaran bisa dipelajari dalam internet ketika menggunakan konsep belajar berbasis web ini. Karena pada saat melakukan pembelajaran pada konsep ini menggunakan internet atau e-learning. Tidak hanya materi, pengiriman dan pemberian tugas juga bisa dilakukan dengan pembelajaran berbasis web.

1) Mengdentifikasi sasaran TIK dalam pendidikan luar sekolah 

a. Pembelajaran Kejar Paket C berbasis ICT

    Merupakan salah satu program kelompok kerja (Pokja) Kesetaraan BP-PLSP Regional I. Program ini difasilitasi oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Ditjen PLS, Depdiknas, melalui dana block grant perluasan akses pendidikan kesetaraan dengan memanfaatkan information and communication technology (ICT) tahun 2006. Produk dari pada program Pembelajaran Paket C berbasis ICT yaitu Aplikasi Pembelajaran Paket C Berbasis Web.

    Sasaran program ini tidak hanya dimanfaatkan oleh peserta didik pada kelompok belajar Paket C yang dikelola BP-PLSP Regional I tapi juga melayani kelompok-kelompok belajar yang dikelola SKB di Kabupaten/Kota, PKBM dan satuan pendidikan nonformal lainnya. Modul dan soal yang disediakan dapat diakses oleh peserta didik setelah melakukan registrasi terlebih dahulu.

b. Teknologi Radio Paket

    Dengan menggunakan teknologi ini kita sudah dapat membangun suatu jaringan komputer dengan biaya murah serta mudah. Selain itu teknologi ini dapat digunakan di daerah-daerah yang belum dijangkau oleh koneksi dial-upnya telkom. Tentu saja pembangunan ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah daerah.
    
    Perangkat-perangkat informasi seperti Situs, e-learning serta sistem informasi pendidikan luar sekolah juga menjadi poin yang penting untuk dikembangkan sebab dari sanalah semua bahan dan informasi mengenai pendidikan luar sekolah didapatkan. Walaupun kita telah dapat merealisasikan infrastruktur serta perangkatnya, hal tersebut menjadi tidak berguna apabila tidak ditunjang oleh SDM yang baik. Untuk mewujudkan SDM yang baik terutama dalam menggunakan perangkat teknologi informasi diperlukan pelatihan serta sosialisasi mengenai hal tersebut.

c. Pengembangan Televisi Pendidikan Indonesia untuk Pendidikan Luar Sekolah

    Bila kita kaji secara empirik, kita mengenal tiga macam strategi pengembangan penggunaan media komunikasi masa, terutama televisi,  untuk keperluan pendidikan dan atau komunikasi pembangunan, yaitu strategi perintisan atau percontohan, strategi penahapan dan strategi serentak. Strategi perintisan atau percontohan memang mempunyai landasan ilmiah yang lebih mantap karena berbagai komponen pengembangan dicobakan, dinilai, dan disempurnakan. Namun sering kali kegiatan perintisan ini diselenggarakan dalam skala yang terlalu kecil sehingga kurang mendapt arti secara nasional. Oleh karena itu sering kali tidak dapat “tinggal landas” untuk di difusikan secara meluas.
Contoh kategori siaran pendidikan luar sekolah :
a) Among Tani
Sasaran : warga pedesaan
Isi : bimbingan dan penyuluhan dalam bidang pertanian, termasuk perkebunan, peternakan, perikanan untuk meningkatkan hasil dan mutu produksi, serta pengolahan dan pemasarannya.
Kriteria : instruksional disertai peragaan, visualisasi dan simulasi.

b) Para Pemuda
Sasaran : pemuda dan remaja
Isi : bimibngan untuk meimilih dan membina karir, di utamakan karir untuk berwiraswasta dan wirausaha.
Kriteria : instruksional disertai fragmen, uraian, peragaan dan ilustrasi.
Produksi dan pengadaan paket siaran. Yang dimaksud dengan produksi adalah membuat paket siaran sendiri (di dalam Negeri) berdasarkan naskah yang telah di rancang sesuai dengan kriteria mata acara. Sedangkan yang dimaksud dengan pengadaan paket siaran adalah pembelian atau perolehan rekaman yang sudah jadi, dan yang dinilai sesuai dengan kriteria mata acara dan kriteria penyiaran.  

2) Kebutuhan pendukung bahan belajar

Bentuk Produk Pembelajaran Berbasis TIK:
a. Presentasi Power Point
    Ini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling mudah dan paling praktis sehingga paling banyak dipergunakan oleh kebanyakan pembicara, baik pembicara seminar, workshop, dan juga guru di kelas. Hendaknya, setiap guru paling tidak mempunyai kemampuan untuk membuat materi ajar dalam bentuk presentasi Power Point ini. Meskipun paling sederhana, Power Point memberikan fasilitas yang cukup hebat untuk membuat media ajar. Justru dengan kesederhanaan ini lah yang menyebabkan hal ini sangat mudah dipelajari. Apakah hasilnya menjadi sangat sederhana?  Belum tentu. Dengan kreatifitas lebih, Power Point dapat dioptimalkan dengan baik untuk membuat paket media ajar yang berkualitas.

b. CD Media Ajar Berbasis HTML
    Ketika kita membeli majalah-majalah komputer, sering kali kita mendapatkan CD yang begitu kita masukkan ke dalam CD ROM, dia langsung nge-load  internet browser dan menampilkan menu dan konten CD tersebut. Bahasa HTML adalah bahasa yang biasanya dipergunakan dalam menampilkan halaman web. Halaman HTML dapat dibuat dengan  mudah dibuat. Tentunya, akan sangat tergantung kepada yang bersangkutan dalam membuat tampilan. Setiap topik atau bahasan yang berhubungan dapat dengan mudah dihubungkan dengan link (hyperlink). Sama persis dengan halaman web, namun sekarang kita buat dalam bentuk CD. Caranyapun sangat mudah, kumpulkan semua materi kerja dalam satu folder. Seluruh folder ini harus tercopy ke dalam CD dengan letak file dan struktur folder yang sama persis dengan saat pembuatan. Jangan lupa mengemas CD tersebut dalam bentuk autorun CD. Caranya pun juga sangat mudah, cukup dengan menambahkan file ‘autorun.inf’, definisikan file inisiasi yang akan dibuka dengan file tersebut.

c. Video Pembelajaran.
    Prinsipnya adalah, CD pembelajaran itu nanti berupa video hasil rekaman aktifitas pembelajaran yang direkam dan ditampilkan dalam bentuk video. Karena bentuknya video, maka dia akan mengalir seperti orang nonton film. Tidak ada fasilitas interlinking dalam film tadi. Bahan video bisa berasal dari rekaman anda yang seolah-olah sedang mengajar di lab, sedang mengerjakan workshop, rekaman desktop dengan Camtasia, dan sebagainya. Kemudian, potongan-potongan video diolah dengan perangkat lunak video editting (misalnya ULead Video Editor), ditambahi elemen text, diberikan efek-efek, dan juga perlu diberikan dubbing suara guru. Perangkat yang dibutuhkan diantaranya kamera digital dan handycam (kalo tidak ada, mungkin camera handphone pun juga bisa, dengan kualitas terbatas).

d. Multimedia Pembelajaran Interaktif.
    Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (Bahasa Latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (Bahasa Latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu.  Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) juga diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi.

    Jenis multimedia pembelajaran menurut kegunannya ada dua:
1) Multimedia Presentasi Pembelajaran: Alat bantu guru dalam proses pembelajaran di kelas dan tidak    menggantikan guru secara keseluruhan. Berupa pointer-pointer materi yang disajikan (explicit knowledge) dan bisa saja ditambahi dengan multimedia linear berupa film dan video untuk memperkuat pemahaman siswa. Dapat dikembangkan dengan software presentasi seperti: OpenOffice Impress, Microsoft PowerPoint, dsb.

2) Multimedia Pembelajaran Mandiri: Software pembelajaran yang dapat dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri alias tanpa bantuan guru. Multimedia pembelajaran mandiri harus dapat memadukan explicit knowledge (pengetahuan tertulis yang ada di buku, artikel, dsb) dan tacit knowledge (know how, rule of thumb, pengalaman guru). Tentu karena menggantikan guru, harus ada fitur assesment untuk latihan, ujian dan simulasi termasuk tahapan pemecahan masalahnya. Untuk level yang kompleks dapat menggunakan software semacam Macromedia Authorware atau Adobe Flash. Sayangnya saya masih belum bisa nemukan yang selevel dengan itu untuk opensource-nya. Kita juga bisa menggunakan software yang mudah seperti OpenOffice Impress atau Microsoft PowerPoint, asal kita mau jeli dan cerdas memanfaatkan berbagai efek animasi dan fitur yang ada di kedua software terebut.


B. Penyususnan proposal tentang penggunaan TIK yang digunakan dalam program PLS

    Penyusunan proposal disini maksudnya membuat suatu rancangan yang diberikan kepada atasan atau dilaporkan kepada lembaga gunanya untuk mengembangkan dan menampilkan sebuah pemikiran kita terhadap penggunaan TIK dalam pls. Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia.  Yang mana sebelum kita menyusun suatu proposala kiata harus melakukan terlebih dahulu yaitu identifikasi kebutuhan sasaran kita itu apa khususnya dalam produk penggunaan TIK disisni. Setelah itu barulah kita membuat struktur dari proposal yang akan kita buat atau rencanakan dalam Penyusunan proposal tentang penggunaan TIK yang digunakan dalam suatu program pendidikan luar sekolah. Proposal dapat dirumuskan sebagai sebuah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja kegiatan pengumpulan, pengolahan, penganalisisan, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip.

    Proposal berasal dari bahasa inggris to propose yang artinya mengajukan dan secara sederhana proposal dapat diartikan sebagai bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik itu berupa ide, gagasan, pemikiran maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan baik itu yang sifatnya izin, persetujuan, dana dan lain - lain. Proposal juga dapat diartikan sebagai sebuah tulisan yang dibuat oleh si penulis yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan sebuah rencana dan tujuan suatu kegiatan kepada pembaca.

1. Pengertian Proposal
   Untuk mengetahui arti dari proposal, berikut saya sertakan pengertian proposal dari beberapa pandangan dari para ahli:
a. Hasnun Anwar (2004 : 73) proposal adalah : rencana yang disusun utnuk kegiatan tertentu.
b. Jay (2006 : 1) proposal adalah alat bantu manajemen standar agar menajemen dapat berfungsi secara efisien.
c. Menurut KBBI (2002) adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja, perencanaan  secara sistematis, matang dan teliti yang dibuat oleh peneliti sebelum melaksanakan penelitian, baik penelitian di lapangan (field research) maupun penelitian di perpustakaan (library research). Keterampilan menulis proposal perlu dimiliki setiap insan berpendidikan agar mereka terbiasa berpikir sistematis-logis sebagaimana di dalam langkah-langkah penulisan proposal.
d. Dari sudut pandang dunia ilmiah, pengertian proposal ialah rancangan dari suatu usulan sebuah penelitian yang kemudian akan dilaksanakan oleh peneliti terhadap bahan penelitiannya. Dalam pengertian proposal ini itu berarti proposal sama halnya dengan usulan.Ada juga yang menyatakan bahwa pengertian proposal itu ialah suatu permintaan atau dapat juga dikatakan sebagai saran yang ditujukan kepada seseorang, instansi, organisasi, suatu badan, atau suatu kelompok untuk menjalankan atau melaksanakan suatu pekerjaan.

2.Tujuan Proposal adalah memperoleh bantuan dana,memperoleh dukungan atau sponsor, dan                    memperoleh perizinan. Unsur-unsur proposal yaitu, nama/ judul kegiatan, pendahuluan,tujuan, waktu dan tempat, sasaran kegiatan, susunan panitia, anggaran, penutup, tanda tangan dan nama terang.

3. Fungsi Proposal
a. Fungsi proposal untuk melakukan penelitian yang berkenaan dengan agama, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan sebagainya.
b. Fungsi proposal untuk mendirikan usaha kecil, menengah, atau besar.
c. Fungsi proposal untuk mengajukan tender dari lembaga-lembaga pemerintah atau swasta.
d. Fungsi proposal untuk mengajukan kredit kepada bank.
e. Fungsi proposal untuk mengadakan acara seminar, diskusi, pelatihan, dan sebagainya.

4. Jenis Jenis Proposal
    Secara umum proposal dibedakan menjadi 4 jenis yaitu:
a. Proposal Bisnis - proposal ini berkaitan dengan dunia usaha baik itu perseorangan maupun kelompok dan contoh dari proposal ini misalnya proposal pendirian usaha, proposal dalam bentuk kerjasama antar perusahaan.
b. Proposal Proyek - pada umumnya proposal proyek ini mengacu pada dunia kerja yang berisikan serangkaian rencana bisnis atau komersil misalnya proposal proyek pembangunan.
c. Proposal Penelitian - Jenis proposal ini lebih sering digunakan di bidang akademisi misalnya penelitian untuk pembuatan skripsi, tesis dan lainnya. isi dari proposal ini adalah  pengajuan kegiatan penelitan.
d. Proposal Kegiatan - yaitu pengajuan rencana sebuah kegiatan bak itu bersifat individu maupun kelompok misalnya proposal kegiatan pentas seni budaya.

Berdasarkan bentuknya proposal terbagi menjadi 3 jenis yaitu:
a. Proposal bentuk formal - Proposal berbentuk formal terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian pendahuluan, isi proposal, dan bagian pelengkap penutup. Bagian pendahuluan terdiri atas: sampul dan halaman judul, surat pengantar (kata pengantar), ikhtisar, daftar isi, dan pengesahan permohonan. Bagian isi proposal terdiri atas: latar belakang, pembatasan masalah, tujuan ruang lingkup, pemikiran dasar (anggapan dasar), metodologi, fasilitas, personalia (susunan panitia), keuntungan dan kerugian, waktu, dan biaya. Sedangkan bagian pelengkap penutup berisi daftar pustaka, lampiran, tabel, dan sebagainya.
b. Proposal bentuk non formal - proposal non formal ini tidak selengkap proposal formal dan biasanya disampaikan dalam bentuk memorandum atau surat. proposal non formal harus selalu mengandung hal-hal berikut yaitu, masalah, saran, pemecahan, dan permohonan.
c. Proposal semi formal - jenis proposal ini hampir sama dengan proposal non formal karena tidak selengkap jenis proposal formal.

5. Unsur-Unsur Proposal
a. Latar belakang masalah, Dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Selain itu, dipaparkan secara ringkas tentang teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar, dan diskusi ilmiah maupun pengalaman pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.
b. Rumusan masalah, Rumusan masalah dinyatakan secara tersurat berupa pertanyaan-pertanyaan yang ingin dicarikan jawabannya. Dalam hal ini hendaknya rumusan masalah disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti dan dapat diuji secara empiris.
c.Tujuan penelitian, Tujuan penelitian diungkapkan pada sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian.Tujuan penelitian mengacu pada rumusan penelitian dan berupa pernyataan.
d. Hipotesis, Hipotesis diajukan berupa jawaban sementara terhadap masalah penelitian agar hubungan antara masalah yang diteliti dengan kemungkinan jawabannya lebih jelas.Adapun rumusan hipotesis yang baik hendaknya: dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, dapat diuji secara empiris, dan menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih.
e. Asumsi penelitian, Asumsi penelitian adalah anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Dalam hal ini tidak perlu dibuktikan kebenarannya, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil penelitian yang diperolehnya dari orang lain melalui karya tulisnya.
f. Manfaat penelitian, Manfaat penelitian ditunjukkan untuk mengenai pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, bagian ini berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti.
g. Ruang lingkup, dan Keterbatasan Penelitian Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian dikemukakan karena sering dihadapi keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa harus dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena alasan logistik. keterbatasan penelitian karena kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika, dan kepercayaan yang tidal memungkinkan peneliti mencari data yang diinginkan.
h. Kajian pustaka, dan Kajian pustaka memaparkan teori-teori yang disusun berdasarkan kemutakhiran dan relevansi yang diperlukan dalam penelitian.
i. Definisi operasional. Definisi operasional adalah definisi yang dirumuskan berdasarkan hal yang yang dapat diamati oleh peneliti. Definisi operasional bukan definisi berdasarkan kamus atau pendapat para ahli. Hal ini diperlukan terutama untuk istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok dalam penelitian juga untuk menghindari perbedaan persepsi.



Jumat, 24 September 2021

Pentingnya menguasai Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)


 PRAKTIK PENGUASAAN TIK

Dibuat Oleh:

Irfan Darma Putra 

19005064

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

    

    Kita ketahui bahwa pendidik merupakan tokoh kunci dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kegiatan pembelajaran bersama pendidik, peserta didik menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai. Sehingga diperlukan pendidik yang professional. Pendidik professional meyakini bahwa hidup adalah belajar terus-menerus menuju kesempurnaan. Untuk dapat menjadi pendidik yang professional, tidak hanya diperlukan kualifikasi akademik, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK menurut William dan Sawyer (2003), teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) sebagai jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan juga video.

    Fungsi TIK bagi pendidik menurut Eni Setyomukti (3013), sebagai pengembangan diri dan sebagai penunjang proses pembelajaran. Mulai dari membuat program, menyiapkan rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang inovatif sampai mendokumenkan nilai siswa, akan lebih mudah kalau kita mengerjakannya dengan komputer. Sehingga minimal pendidik dapat menguasai kemapuan dasar TIK untuk menunjang tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

    Keberadaan pendidik yang kompeten dan profesional merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Salah satu indikator pendidik profesional dan kompeten adalah pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan keilmuan yang semakin canggih dan mampu menerapkan model dan metode pembelajaran berdasarkan tuntutan waktu dan kebutuhan peserta didik. Penerapan pola ini akan menciptakan suasana menyenangkan dalam belajar, enjoy dalam mengajar, yang pada akhirnya akan menghasilkan proses KBM yang berkualitas.

    Adapun cara-cara untuk untuk memenuhi praktik penguasaan Teknologi Informasi Komunikasi bagi pendidik yaitu :

  1. Mendorong diri memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari sumber belajar. Sebagai contoh menarik minat anak didik untuk masuk pelajaran dengan pembukaan berupa video atau tampilan power point yang menarik, yang membuat anak jadi ingin tahu. Tentu saja ini memerlukan sarana dan prasarana pendukung dari sekolah. Tidak semua sekolah memiliki proyektor dan juga speaker, namun sekali lagi, kemampuan pendidik menggunakan piranti semacam ini penting. Pendidik perlu menguasai cara membuat slide untuk presentasi yang menarik, menambahkan animasi dan membuat desain dengan cara yang bervariasi.
  2. Mengedukasi anak menggunakan piranti elektronik dan akses internet untuk belajar. Memberikan tugas-tugas yang membuat anak belajar dengan menggunakan akses tersebut. Beberapa sekolah yang maju dan semua siswanya bisa terhubung dengan internet berlangganan situs-situs pembelajaran seperti, Raz-kidz.com untuk meningkatkan kemampuan membaca bahasa Inggris, Science, dan Matematika. Sebagai contoh, memanfaatkan situs seperti IXL.com untuk melatih anak belajar matematika. Ada banyak situs-situs pendidikan yang bisa kita sarankan pada siswa untuk meningkatkan kemampuan pelajaran yang kita ampu. Sebagai pendidik yang kemungkinan mengampu semua mata pelajaran tentunya situs-situs ini bisa berguna sekali. Referensi tambahan untuk latihan pelajaran dengan topik-topik tertentu.
  3. Memberikan pembelajaran pada peserta didik terkait dengan etika di dunia maya dan memberikan pemahaman pentingnya menggunakan internet untuk kebaikan, bukan sekedar fun, namun memiliki nilai tambah yaitu ilmu dan etika.
Dengan cara-cara tersebut, praktik penguasaan Teknologi Komunikasi Persuasi akan membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan. Bervariasi dan tidak membosankan.

Daftar Bacaan:
Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta
Doyin, Mukh. 2015. Judul dan masalah PTK. Makalah pelatihan karya tulis ilmiah tahap 1 BP-diskus         Provinsi Jateng
Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosda Karya


Minggu, 19 September 2021

Mau tau gak sih keberterimaan warga belajar terhadap produk Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan dalam PLS

 

KEBERTERIMAAN WARGA BELAJAR TERHADAP PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) YANG DIGUNAKAN DALAM PLS

Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


    Kita ketahui bahwa kemampuan operasional komputer sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pegawai dalam bekerja. Budaya kerja pemerintah selama ini yang cenderung bekerja secara manual akan berubah secara perlahan seiring dengan meningkatnya kemampuan operasional ini. Akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. 

    Keberterimaan warga belajar terhadap TIK dalam program pendidikan luar sekolah adalah sangat membantu warga belajar dalam suatu program, karena seiring jalannya waktu teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, jadi warga belajar sangat menerima atas kehadirannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu atau menunjang dalam proses pencapaian tujuan warga belajar tersebut.
Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang  menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat   penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.  

    Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas.  

    Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik.

    Contoh sederhananya saja ialah komputer sebagai media pembelajaran. Komputer awalnya digunakan amat terbatas, hanya untuk keperluan menghitung dalam kegiatan administrasi saja, tetapi sekarang aplikasi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar untuk keperluan pendidikan, menurut Rusman, dkk (2011). Kecendrungan menggunakan media komputer dalam bidang pendidikan sudah mulai tanpak sekitar pada tahun 1970-an, kini pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran salah satunya adalah dengan penerapan pembelajaran berbasis komputer. Penggunaan komputer dalam pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran secara individual (individual learning) dengan menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar, sehingga siswa akan mengalami proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

Pemanfaatan internet dalam pembelajaran
    Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memiliki peranan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan atau pembelajaran. Internet sebagai hasil dari perkembangan teknologi tentunya memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan. Secara tidak langsung internet mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan dengan arus informasi globalisasi, secara langsung internet dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan media pembelajaran bagi para peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    Apalagi di masa pandemi yang belum juga berakhir E-Learning sebagai salah satu produk TIK sangat diterima oleh warga belajar karena pemanfaatan E-learning dalam pembelajaran.
Perkembangan Teknologi Komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperolah informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik mereka masing-masing. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui  tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e-learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat.

Daftar Bacaan:
Rifani, M., & Permadi, J. (2019). Aplikasi Pendaftaran Rawa BaTIK (Ruang Aktivitas Warga Belajar        Aplikasi dan TIK) Berbasis Web. Jurnal





Kamis, 09 September 2021

Sudah paham belum tentang aspek pengelolaan sumber daya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk program Pendidikan Luar Sekolah (PLS)


Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang



    Seperti yang kita ketahui di Indonesia kesadaran secara meluas bahwa internet sebagai medium bisnis baru muncul awal tahun 2000. Selain kondisi sosial politik dan bangkitnya optimisme masyarakat domestik terhadap masa depan ekonomi Indonesia serta euphoria e-Business di berbagai penjuru dunia sedang mencapai puncaknya, banyak orang Indonesia yang baru tersadar bahwa internet menjanjikan peluang bisnis yang luar biasa. Namun dipihak lain kendala infrastruktur dan rendahnya daya beli, membuat bisnis internet di Indonesia menjadi serba tanggung. 

    Perkembangan e-Business di Indonesia masih banyak mengalami kendala, salah satunya yang berkaitan dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan teknologi ini. Kendala tersebut muncul karena belum tersosialisasikan secara meluas penggunaan transaksi informasi melalui media elektronik di kalangan dunia usaha kecil menengah, serta masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat jasa internet untuk peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Selain itu rnasyarakat Indonesia belum sepenuhnya percaya menggunakan jasa internet untuk melakukan transaksi pembayaran secara online mengingat tingginya resiko keamanan karena belum adanya perlindungan hukum maupun standar teknis transaksi informasi melalui internet yang dapat menjamin keamanan serta hukum. 

    Selain berkembangnya e-business Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) juga mempengaruhi di bidang pendidikan, Penelitian terbaru McKinsey menunjukkan, salah satu dari tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah minimnya SDM berkualitasi. Hal ini disebabkan minimnya jumlah lulusan SMA dan perguruan tinggi yang mampu bersaing untuk lowongan kerja di Indonesia. Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pendidikan bagi para pelajar di daerah terpencil dengan populasi yang rendah, termasuk Indonesia bagian Timur. Pelajar-pelajar tersebut akan memperoleh akses pendidikan berkualitas dalam bentuk video lewat penggunaan laptop dibandingkan harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi ke sekolah.

    Teknologi adalah elemen krusial dalam proses menuju Education 4.0, tenaga pengajar dapat berkolaborasi lebih baik dengan para pelajar melalui personalisasi. Hal ini membuat para tenaga pengajar dapat mengelola perangkat-perangkat dalam kelas dan merencanakan rencana studi yang akan memberikan hasil pembelajaran lebih baik. Personalisasi melalui sebuah perangkat memungkinkan pemanfaatan teknologi yang optimal dan memberdayakan para pelajar dalam proses pembelajaran mereka.

    Salah satunya dengan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), kedua alat ini dapat meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar saat para pelajar menghadapi pembelajaran berbasis penugasan. Augmented Reality (AR) telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Contohnya AR dapat menjadi properti mengajar, Penggunaan augmented reality di kelas juga bisa mengubah kelas yang biasa jadi luar biasa bagi para siswa. Anda bisa menyuguhkan contoh-contoh atau game sederhana yang dibuat menggunakan AR. Dengan visual yang interaktif, siswa akan lebih mudah menyerap materi yang diajarkan. AR juga dapat diterapkan untuk pelatihan. Tetapi AR dilaksanakan secara langsung dan dilengkapi dengan elemen-elemen digital.

    Virtual Reality (VR) dilaksanakan secara virtual dengan rangsangan terbatas dari dunia nyata. Apalagi di masa pandemi ini VR sangat dibutuhkan untuk meneruskan kegiatan-kegiatan terlebih dalam bidang pendidikan. Sebagai pionir dalam pengalaman personal technology, HandPhone membantu Indonesia meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) contohnya terhadap sistem pendidikannya dengan inovasi teknologi dan inisiatif dalam kemitraan dengan institusi-institusi lokal terkait.

    Maka semua pemangku kepentingan, termasuk para motivator atapun para tenaga kerja pendidik, perlu turut berpartisipasi dalam mendukung pendidikan di Indonesia. Dengan meningkatkan sistem pendidikan sejak dini, kita dapat memperkaya proses pembelajaran dan membentuk tenaga kerja masa depan yang siap dengan perangkat, alat, pola pikir, dan lingkungan yang tepat untuk bekerja dalam dunia yang kerap berubah.


Daftar Bacaan:
Depkominfo. 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government (Inpres No. 3          
     Tahun  2003). Depkominfo.






























;

Jumat, 03 September 2021

Yuk pahami TIK sebagai sarana komunikasi dengan beberapa kelompok sasaran

 MEMAHAMI TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN

Dibuat Oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang



  Tentu kita sudah tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Luasnya daerah dan terdiri dari berbagai etnis, dan budaya membuat Indonesia memerlukan TIK sebagai sarana mempersatukan keragaman tersebut. Oleh karena itu peran penting TIK adalah untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar tumbuh jiwa nasionalisme dalam suatu bangsa.

   Pembangunan bangsa, karena melihat semakin meningkatnya penggunaan Teknologi sebagai sarana transaksi jual beli masyarakat. Oleh karena itu pemerintah membuat UU terkait tujuan pemanfaatan TIK yang terdapat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu dengan tujuan : 
  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia
  2. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik
  4. Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab
  5. Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi. penggunaan TIK menjadi salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional.
    Di zaman modern sekarang ini tentu tidak menjadi suatu hambatan bagi kita untuk belajar dan berkarya terlebih lagi adanya pandemi covid 19 oleh karena itu bentuk perubahan tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis fully e-learning.

Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan

    Mengembangkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sebuah pelatihan akan menjadi efektif apabila diikuti oleh peserta yang membutuhkannya. Oleh sebab itu penentuan materi pelatihan yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Vatanartiran bahwa analisis kebutuhan itu sebagai pengantar kesuksesan pelatihan dan pembawa arah perencanaan pelatihan. Terlebih untuk pelatihan untuk guru.
    Adapun beberapa cara mengembangkan praktek TIK dalam Program Pelatihan yaitu :
High potential
  1. Penambahan Software Pembelajaran
  2. Pengembangan Web
Key Operational
  1. Jaringan Internet
  2. Pengadaan Hardware
  3. Pengadaan Software
  4. Perawatan
Support
  1. Pojok Internet
  2. Perpustakaan Digital
  3. Kelas Virtual
  4. Lab Multimedia
  5. Papan Elektronik
Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

   Ada strategi yang digunakan untuk praktek TIK dalam pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. Salah satu yang bisa dimanfaatkan dengan adanya penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yaitu salah satunya dalam bidang pangan dan pertanian.

    Ada dua hal yang bisa dilihat bagaimana TIK berpengaruh bagi pembangunan. Pertama, bagaimana akibat kemajuan tersebut bagi upaya meningkatkan kehidupan sebagian besar masyarakat yang selama ini telah tertinggal dibandingkan mereka yang berada di negara maju. Dan yang Kedua, bagaimana TIK dapat dieksploitasi oleh negara-negara berkembang untuk mendapatkan akses ke pasar dunia dan memaksimumkan kelebihan kompetitif (competitive advantages) mereka. Karena TIK dapat berkemungkinan untuk dipakai dalam segala tempat dan keperluan. Sebagai contoh untuk bidang di sektor perdagangan salah satunya yaitu e-commerce. Teknologi internet mengubah aktivitas perdagangan, yang awalnya konvensional menjadi serba digital. Bisnis start up di sektor e- commerce menjamur, memangkas jalur distribusi barang dari produsen ke konsumen. Di Indonesia pertumbuhan bisnis e-commerce mencapai Rp 295 triliun. UMKM/UKM salah satu yang memanfaatkan e-commerce dalam memasarkan produk-produknya. Ada sekitar 57.9 juta pelaku UMKM di Indonesia, dengan kontribusi terhadap PDB 58,92% dan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja 97,30%. 

   Contoh di atas, sudah membuktikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi berguna untuk pemberdayaan masyrakat. Membangun pola pikir, membangun keterbukaan, membangun cara hidup yang lebih baik, dan membangun sebuah peradaban. Siapa saja yang memiliki akses ke teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi semakin berdaya kuasa, mereka yang tidak memilikinya akan semakin tersingkir baik secara politik, sosial, maupun ekonomi.

Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program penyuluhan atau iklan layanan masyarakat

   Kegunaan penyuluhan dengan menggunakan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) maka Informasi yang didapatkan dapat menjadi acuan pengembangan. Karena itu disini diperlukan adanya peran penyuluh. 

   Dengan berkembangnya teknologi informasi dan multimedia yang begitu cepat maka akan berdampak pada peningkatan terhadap kualitas sumber daya tenaga penyuluh. Penyuluh masyarakat dituntut untuk memahami teknologi informasi dan komunikasi. Para penyuluh juga harus mampu mengaplikasikan teknologi informasi sebelum mereka melakukan penyuluhan. Sehingga pada akhirnya penyuluhan berfungsi untuk menjembatani kesenjangan antara praktek yang harus atau biasa dijalankan oleh masyarakat dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut.

Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

  Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

  Cara mengembangkan TIK untuk pendidikan Kesetaraan yang pertama, mampu meningkatkan Harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik. Karena pada dasarnya perasaan bangga dan percaya diri yang sama juga akan muncul dari seorang peserta didik pake C saat ia mampu menyalakan dan mematikan komputer atau menggunakan kamera digital. Yang kedua, sarana dan prasarana TIK haruslah low cost. Masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap besaran harga dari barang apapun Akan mudah kehilangan semangat belajarnya apabila dihadapkan dengan kenyataan mahalnya harga sarana dan prasarana TIK. Dan yang ketiga, konten pembelajaran dan sumber daya manusia yang memadai seperti mengembangkan perangkat lunak edukasi, bahan belajar multimedia interaktif, DVD pembelajaran yang murah namun berkualitas, serta diperlukan situs dengan konten pembelajaran dari para pelaku TIK atau juga setiap orang yang peduli akan pendidikan.

Sumber Bacaan:

Arifin, Z. (2012). Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian, edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Amaliyyah. (2012, 14 September). Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Diklat.
Prawiradilaga, D. S. (2014). Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
P. Taylor, 2003. How To Design a Training Course, London: Cromwell Press Ltd.



Rabu, 25 Agustus 2021

Bagaimana sih memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK)??

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang




    Pasti sudah banyak saudara dan temen-temen tahu memanfaatkan media pembelajaran, salah satunya yaitu E-learning. 
Siapa sih yang belum tau apa itu E-learning, saya yakin semua sudah tahu. E-learning memberikan para peserta didik, pendidik, dan pengelola pendidikan dapat fleksibilitas program dan bahan pembelajaran dapat dibuat lebih menarik dan berkesan. Kemudian dalam proses belajar mengajar, dapat mempermudah cara pengajar dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan para siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kebutuhan akan teknologi dalam ranah pendidikan bukanlah hal yang baru, pemanfaatan konsep teknologi ini untuk membentuk pembelajar yang kondusif dan inovatif. Pemanfaatan ini terbukti berperan besar dalam kelancaran proses belajar. Terlebih disaat pandemi seperti ini.

    Tapi, sebelum membahas pemanfaatan media TIK lebih jauh, saya akan membahas defenisi media pembelajaran terlebih dahulu. 
Media pembelajaran merupakan salah satu sarana penyalur pesan dan informasi belajar. Media pembelajaran yang dirancang secara baik, sangat membantu peserta didik dalam mencerna dan memahami materi pelajaran. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi dan informasi saat ini, memacu perkembangan media pembelajaran semakin maju pula. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TIK memerlukan keahlian khusus, bukan berarti media tersebut dihindari dan ditinggalkan. Media pembelajaran berbasis TIK dapat berupa internet, intranet, mobile phone,dan CD Room/Flash Disk. 
Nah, dampak dari kemajuan ini mendorong lahirnya banyak perubahan, termasuk dalam bidang pendidikan yang melahirkan konsep e-learning seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

    Disebabkan pandemi yang belum berakhir, kita masih harus memanfaatkan media pembelajaran secara online. Karena, E-learning memungkinkan siswa/mahasiswa untuk belajar tanpa harus secara fisik hadir di kelas. Peserta didik bisa saja berada di kota lain, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota yang lainnya bahkan di pulau ataupun di negara lain. Namun interaksi masih bisa dijalankan secara langsung atau jeda waktu beberapa saat. Jadi siswa / mahasiswa bisa belajar dari komputer dari rumah ataupun dari kantor (tempat dimana siswa/mahasiswa bekerja) yang terkoneksi dengan internet. Dengan cara ini siswa/mahasiswa bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari.

    Selain itu kita dapat memanfaatan TIK dari presentasi power point dan memanfaatan e-mail oleh peserta didik.
Kemudian kita dapat mengakses ke perpustakaan digital, akses ke pakar, melaksanakan kuliah secara on line, menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan, menyediakan fasilitas diskusi, dan dapat mengikuti seminar secara online melalui aplikasi zoom atau webinar.
Dengan memanfaatkan Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran bukan hanya bermanfaat bagi siswa (peserta didik) saja, tetapi juga bagi guru (pendidik)sebagai perancang, pengembang dan pelaksana dalam pembelajaran.

    Nah, jadi teknologi itu digunakan untuk mengatasi masalah, kendala, atau ketidakmampuan kita pada sesuatu. Demikian pula teknologi informasi sebenarnya dapat digunakan untuk memecahkan masalah kita. Contoh lain, informasi melalui internet merupakan jendela dunia yang memberikan segala informasi yang ada di seluruh dunia. Satu klik pada mouse, kita dapat mengetahui berbagai informasi di penjuru dunia. Dengan informasi tersebut, kita dapat mengupdate pengetahuan kita. Dapat mempertimbangkan apa yang sebenarnya terjadi dan yang seharusnya terjadi. Dengan kemampuan pemikiran kita, bisa jadi kita menciptakan suatu pembaharuan atau inovasi kearah keadaan yang lebih baik. Terutama pada era globalisasi ini, persaingan tidak mungkin dapat dihindari. Kita harus menjadi seseorang yang peka terhadap teknologi, karena teknologi memberikan kita pembaharuan dan kemudahan.

    Jika dilihat dari sudut pandang Pendidikan Luar sekolah. Untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, Pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan pengertian dan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan setiap tingkah laku anak dan mengawasi seluruh kegiatan belajar anak, khususnya bagi yang menggunakan internet agar tidak membuka situs-situs porno atau hal-hal yang negative yang bersifat provokatif.

Sumber Bacaan :
Ismaniati, C. (2013). Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Kualitas         Pembelajaran, 15.
Prasojo, L. D., & Riyanto. (2011). Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media.
Sukmadinata, N. S. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya.

Kamis, 19 Agustus 2021

Bagaimana sih dampak perkembangan TIK dalam bidang pendidikan

 

DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM BIDANG PENDIDIKAN

Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang






    Hi guys! Sebelum kita masuk ke dampak perkembangan TIK aku mau kasih tau dulu ke kalian lahirnya teknologi informasi dan komunikasi. Nah, jadi teknologi informasi dan komunikasi lahir pada pertengahan abad 20. TIK muncul karena adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi. Sementara, TIK lahir di Indonesia pada tahun 1925 dimulai dengan kehadiran radio. Kemudian 40 tahun setelah radio, televisi menggeser peran radio sebagai alat informasi utama di Indonesia. Kalian pada tau nggak sih? kalau stasiun televisi yang hadir pertama kali ditengah masyarakat itu adalah TVRI (Televisi Republik Indonesia). Sekarang kalian udah tau lahirnya TIK maka kalian harus tau apa saja yang tergolong kedalam jaringan informasi dan komunikasi, yang pertama seperti surat tetapi, ini adalah alat komunikasi yang menjadi andalan banyak orang sebelum teknologi berkembang pesat kemudian ada telegraf, radio, televisi, telepon kabel, smarthphone, komputer maupun laptop.
    
    Sekarang kita masuk ke pembahasan perkembangan TIK. Perkembangan teknologi masa kini bertumbuh kian pesat setiap harinya membuat hidup menjadi lebih mudah terlebih lagi di masa pandemi ini dimana kita diharuskan dirumah dan mematuhi protokol kesehatan. Jadi salah satu contohnya adalah jika kita ingin mendapatkan informasi hal yang kita butuhkan hanya dengan beberapa klik saja dan dapat mendapat informasi dimana saja. Nah guys, apakah kalian tau apa itu teknologi sebenarnya dan apa saja dampak yang dirasakan dalam bidang pendidikan.

        Teknologi adalah semua sarana dan prasarana yang bermacam-macam bentuknya yang memenuhi keperluan hidup dan meningkatkan kenyamanan hidup manusia. Pada awalnya, bentuk teknologi yang dapat mempermudah hidup adalah sebuah barang. Namun seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi pun meliputi benda yang sebenarnya tidak dapat kita sentuh. Salah satu contoh utamanya adalah browser yang kalian gunakan saat ini untuk membaca artikel saya. Yang kalian sentuh sebenarnya bukan browser kalian melainkan gadget kalian, yang merupakan contoh perkembangan teknologi dalam arti tradisional.

        Aku mau kasih tau juga nih fungsi dan manfaat teknologi di masa pandemi, teknologi sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia Seperti yang kita ketahui, kita sangat dianjurkan untuk tidak keluar rumah apabila bukan urusan mendesak demi mengurangi kemungkinan terpapar COVID-19. Aplikasi-aplikasi yang dapat melakukan panggilan video, pemesanan makanan dan kebutuhan barang-barang lain secara online, dan yang paling penting, internet, telah berkontribusi sangat besar untuk memastikan bahwa manusia tetap dapat menghubungi satu sama lain dan kebutuhan-kebutuhan dasarnya terpenuhi. Di samping itu, teknologi dapat digunakan untuk menambah skill yang dimiliki dan dalam beberapa kasus, meningkatkan produktivitas.

        Menurut kalian, apa aja sih dampak dari perkembangan teknologi ini karena perkembangan teknologi yang berkembang sangat pesat pastinya akan merubah gaya hidup kita. Tetapi, perkembangan teknologi layaknya pedang bermata dua, walaupun terdapat banyak dampak positif di satu sisi ada juga nih dampak negatif di sisi lain. 

        Sisi dampak yang akan saya bahas pertama adalah dampak positif yang diberikan oleh perkembangan teknologi dalam keseharian kita. 
Beberapa pengaruh perkembangan teknologi yang dapat dikatakan sebagai positif adalah sebagai berikut:
  1. Mempermudah dan mempersingkat proses pertukaran informasi
  2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pekerjaan
  3. Memungkinkan pembelajaran online sepenuhnya
  4. Dapat berkomunikasi dengan orang lain walaupun tidak berada di lokasi yang sama

    Nah, seperti yang udah saya jelaskan bahwa teknologi itu mempunyai dampak bukan hanya dampak positif tetapi dampak negatif pula. Beberapa dampak negatif perkembangan teknologi dapat dilihat dibawah ini:

1. Membuat candu terhadap gadget yang dimiliki dan aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya
2. Berkurangnya sosialisasi antar manusia karena terlalu fokus kepada dirinya yang berinteraksi dengan teknologi.
3. Meningkatnya jumlah pengangguran karena semakin banyak perusahaan yang menggunakan teknologi dibandingkan manusia.

       Jadi, TIK juga mempunyai dampak di dalam bidang pendidikan dan sangat berperan sebagai infrastruktur pembelajaran dimana bahan ajar tersedia dalam format digital. Dengan adanya perkembangan teknologi dan komunikasi dalam dunia pendidikan sangat membantu peserta didik dan staf guru mengartikulasikan dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui dan sebagai sarana meningkatkan mutu pendidikan juga meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. 

    Dari pembahasan diatas, dapat kita simpulkan bahwa teknologi yang terus berkembang dapat membuat hidup kita lebih mudah dan nyaman. Meski begitu, jika tidak digunakan secara bijak, terdapat beberapa dampak negatif yang justru memperburuk kualitas hidup kita. Bagaimana kita menyikapi dampak-dampak dari perkembangan teknologi tergantung kepada diri kita sendiri.


Sumber pendukung :
Darmawan, Deni. 2012. Teknologi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
B.Uno, Hamzah. 2009. Profesi Kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Nasution. 2011. Teknologi Pendidikan.Bandung: Bumi Aksara.
Rofhiah. Makalah TIK dalam Bidang Pendidikan, dalam http://rofhiah.blogspot. com/2013                  
   /12/makalah-tik-dalam-bidang-pendidikan.html diakses pada 19 Agustus 2021 pada jam 15.00 WIB.


    

Minggu, 13 Desember 2020

Pemberdayaan Masyarakat

Pemberdayaan Masyarakat 



Definisi

Pemberdayaan masyarakat ini merupakan suatu proses pembangunan yang mana masyarakatnya itu mempunyai inisiatif di dalam memulai proses kegiatan atau aktivitas sosial, di dalam memperbaiki situasi sosial, di dalam memperbaiki situasi serta kondisi diri sendiri.

Menurut Sumordiningrat (1999)

arti pemberdayaan masyarakat (society empowerment) sendiri merupakan sutu agenda konsep serta pembangunan yang mendukung kemampuan masyarakay.

Tujuan

Tujuan Pemberdayaan Masyarakat Menurut Mardikanto (2014:202)
  • Perbaikan Kelembagaan (Better Institution)
  • Perbaikan Usaha (Better Business)
  • Perbaikan Pendapatan (Better Income)
  • Perbaikan Lingkungan (Better Enviroment)
  • Perbaikan Kehidupan (Better Living)
  • Perbaikan Masyarakat (Better Community)

Ciri - Ciri

Dibawah ini merupakan dalam pemberdayaan masyarakat , diantaranya sebagai berikut :
  • Community Organization
  • Community Leader
  • Community Fund
  • Community Knowledge
  • Community Material
  • Community Technology

Tahapan

Menurut Soekanto (1978:63) di dalam pemberdayaan masyarakat mempunyai 7 tahapan, diantaranya :
  • Tahap Persiapan
  • Tahapan Pengkajian (Assesment)
  • Tahap Perencanaan Alternatif Program atau Kegiatan
  • Tahapan Pemformalisasi Rencana Aksi
  • Tahap Pelaksanaan (Implementasi) Program atau Kegiatan
  • Tahap Evaluasi
  • Tahap Terminasi

Jenis

Karakteristik di dalam pemberdayaan masyarakat , yang di ungkapkan oleh Pranarka serta Vidhyandhika (1886).
Antara lain sebagai berikut;
  • Sikap Radikal
  • Sikap Kebersamaan
  • Pendekatan Dengan Sistem Gagasan

Prinsip

Terdapat 4 prinsip dalam pemberdayaan masyarakat , diantaranya sebagai berikut ;
  • Prinsip Kesetaraan
  • Prinsip Partisipasi
  • Prinsip Keswadayaan atau Kemandirian
  • Prinsip Berkelanjutan

Bagaimana sih pemaparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi (TIK)?

Paparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  Dibuat Oleh: Irfan Darma Putra 19005064 PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH F...