PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
Dibuat oleh:
Irfan Darma Putra (19005064)
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang
Pasti sudah banyak saudara dan temen-temen tahu memanfaatkan media pembelajaran, salah satunya yaitu E-learning.
Siapa sih yang belum tau apa itu E-learning, saya yakin semua sudah tahu. E-learning memberikan para peserta didik, pendidik, dan pengelola pendidikan dapat fleksibilitas program dan bahan pembelajaran dapat dibuat lebih menarik dan berkesan. Kemudian dalam proses belajar mengajar, dapat mempermudah cara pengajar dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan para siswa baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Kebutuhan akan teknologi dalam ranah pendidikan bukanlah hal yang baru, pemanfaatan konsep teknologi ini untuk membentuk pembelajar yang kondusif dan inovatif. Pemanfaatan ini terbukti berperan besar dalam kelancaran proses belajar. Terlebih disaat pandemi seperti ini.
Tapi, sebelum membahas pemanfaatan media TIK lebih jauh, saya akan membahas defenisi media pembelajaran terlebih dahulu.
Media pembelajaran merupakan salah satu sarana penyalur pesan dan informasi belajar. Media pembelajaran yang dirancang secara baik, sangat membantu peserta didik dalam mencerna dan memahami materi pelajaran. Perkembangan teknologi informasi di era globalisasi dan informasi saat ini, memacu perkembangan media pembelajaran semakin maju pula. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran sudah merupakan suatu tuntutan. Walaupun perancangan media berbasis TIK memerlukan keahlian khusus, bukan berarti media tersebut dihindari dan ditinggalkan. Media pembelajaran berbasis TIK dapat berupa internet, intranet, mobile phone,dan CD Room/Flash Disk.
Nah, dampak dari kemajuan ini mendorong lahirnya banyak perubahan, termasuk dalam bidang pendidikan yang melahirkan konsep e-learning seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.
Disebabkan pandemi yang belum berakhir, kita masih harus memanfaatkan media pembelajaran secara online. Karena, E-learning memungkinkan siswa/mahasiswa untuk belajar tanpa harus secara fisik hadir di kelas. Peserta didik bisa saja berada di kota lain, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di kota yang lainnya bahkan di pulau ataupun di negara lain. Namun interaksi masih bisa dijalankan secara langsung atau jeda waktu beberapa saat. Jadi siswa / mahasiswa bisa belajar dari komputer dari rumah ataupun dari kantor (tempat dimana siswa/mahasiswa bekerja) yang terkoneksi dengan internet. Dengan cara ini siswa/mahasiswa bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat ia mengakses ilmu yang dipelajari.
Selain itu kita dapat memanfaatan TIK dari presentasi power point dan memanfaatan e-mail oleh peserta didik.
Kemudian kita dapat mengakses ke perpustakaan digital, akses ke pakar, melaksanakan kuliah secara on line, menyediakan layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan, menyediakan fasilitas diskusi, dan dapat mengikuti seminar secara online melalui aplikasi zoom atau webinar.
Dengan memanfaatkan Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai media pembelajaran bukan hanya bermanfaat bagi siswa (peserta didik) saja, tetapi juga bagi guru (pendidik)sebagai perancang, pengembang dan pelaksana dalam pembelajaran.
Nah, jadi teknologi itu digunakan untuk mengatasi masalah, kendala, atau ketidakmampuan kita pada sesuatu. Demikian pula teknologi informasi sebenarnya dapat digunakan untuk memecahkan masalah kita. Contoh lain, informasi melalui internet merupakan jendela dunia yang memberikan segala informasi yang ada di seluruh dunia. Satu klik pada mouse, kita dapat mengetahui berbagai informasi di penjuru dunia. Dengan informasi tersebut, kita dapat mengupdate pengetahuan kita. Dapat mempertimbangkan apa yang sebenarnya terjadi dan yang seharusnya terjadi. Dengan kemampuan pemikiran kita, bisa jadi kita menciptakan suatu pembaharuan atau inovasi kearah keadaan yang lebih baik. Terutama pada era globalisasi ini, persaingan tidak mungkin dapat dihindari. Kita harus menjadi seseorang yang peka terhadap teknologi, karena teknologi memberikan kita pembaharuan dan kemudahan.
Jika dilihat dari sudut pandang Pendidikan Luar sekolah. Untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, Pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan pengertian dan himbauan kepada seluruh masyarakat untuk memperhatikan setiap tingkah laku anak dan mengawasi seluruh kegiatan belajar anak, khususnya bagi yang menggunakan internet agar tidak membuka situs-situs porno atau hal-hal yang negative yang bersifat provokatif.
Sumber Bacaan :
Ismaniati, C. (2013). Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran, 15.
Prasojo, L. D., & Riyanto. (2011). Teknologi Informasi Pendidikan. Yogyakarta: Gava Media.
Sukmadinata, N. S. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. PT. Remaja Rosdakarya.

