Jumat, 24 September 2021

Pentingnya menguasai Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)


 PRAKTIK PENGUASAAN TIK

Dibuat Oleh:

Irfan Darma Putra 

19005064

PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

    

    Kita ketahui bahwa pendidik merupakan tokoh kunci dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui kegiatan pembelajaran bersama pendidik, peserta didik menguasai pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai. Sehingga diperlukan pendidik yang professional. Pendidik professional meyakini bahwa hidup adalah belajar terus-menerus menuju kesempurnaan. Untuk dapat menjadi pendidik yang professional, tidak hanya diperlukan kualifikasi akademik, tetapi juga harus mampu mengikuti perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). TIK menurut William dan Sawyer (2003), teknologi yang menggabungkan komputasi (computer) sebagai jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara dan juga video.

    Fungsi TIK bagi pendidik menurut Eni Setyomukti (3013), sebagai pengembangan diri dan sebagai penunjang proses pembelajaran. Mulai dari membuat program, menyiapkan rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yang inovatif sampai mendokumenkan nilai siswa, akan lebih mudah kalau kita mengerjakannya dengan komputer. Sehingga minimal pendidik dapat menguasai kemapuan dasar TIK untuk menunjang tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

    Keberadaan pendidik yang kompeten dan profesional merupakan salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Salah satu indikator pendidik profesional dan kompeten adalah pendidik yang mampu beradaptasi dengan perkembangan keilmuan yang semakin canggih dan mampu menerapkan model dan metode pembelajaran berdasarkan tuntutan waktu dan kebutuhan peserta didik. Penerapan pola ini akan menciptakan suasana menyenangkan dalam belajar, enjoy dalam mengajar, yang pada akhirnya akan menghasilkan proses KBM yang berkualitas.

    Adapun cara-cara untuk untuk memenuhi praktik penguasaan Teknologi Informasi Komunikasi bagi pendidik yaitu :

  1. Mendorong diri memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari sumber belajar. Sebagai contoh menarik minat anak didik untuk masuk pelajaran dengan pembukaan berupa video atau tampilan power point yang menarik, yang membuat anak jadi ingin tahu. Tentu saja ini memerlukan sarana dan prasarana pendukung dari sekolah. Tidak semua sekolah memiliki proyektor dan juga speaker, namun sekali lagi, kemampuan pendidik menggunakan piranti semacam ini penting. Pendidik perlu menguasai cara membuat slide untuk presentasi yang menarik, menambahkan animasi dan membuat desain dengan cara yang bervariasi.
  2. Mengedukasi anak menggunakan piranti elektronik dan akses internet untuk belajar. Memberikan tugas-tugas yang membuat anak belajar dengan menggunakan akses tersebut. Beberapa sekolah yang maju dan semua siswanya bisa terhubung dengan internet berlangganan situs-situs pembelajaran seperti, Raz-kidz.com untuk meningkatkan kemampuan membaca bahasa Inggris, Science, dan Matematika. Sebagai contoh, memanfaatkan situs seperti IXL.com untuk melatih anak belajar matematika. Ada banyak situs-situs pendidikan yang bisa kita sarankan pada siswa untuk meningkatkan kemampuan pelajaran yang kita ampu. Sebagai pendidik yang kemungkinan mengampu semua mata pelajaran tentunya situs-situs ini bisa berguna sekali. Referensi tambahan untuk latihan pelajaran dengan topik-topik tertentu.
  3. Memberikan pembelajaran pada peserta didik terkait dengan etika di dunia maya dan memberikan pemahaman pentingnya menggunakan internet untuk kebaikan, bukan sekedar fun, namun memiliki nilai tambah yaitu ilmu dan etika.
Dengan cara-cara tersebut, praktik penguasaan Teknologi Komunikasi Persuasi akan membuat kegiatan belajar lebih menyenangkan. Bervariasi dan tidak membosankan.

Daftar Bacaan:
Arikunto, Suharsimi. 2003. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:Rineka Cipta
Doyin, Mukh. 2015. Judul dan masalah PTK. Makalah pelatihan karya tulis ilmiah tahap 1 BP-diskus         Provinsi Jateng
Majid, Abdul. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosda Karya


Minggu, 19 September 2021

Mau tau gak sih keberterimaan warga belajar terhadap produk Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang digunakan dalam PLS

 

KEBERTERIMAAN WARGA BELAJAR TERHADAP PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) YANG DIGUNAKAN DALAM PLS

Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang


    Kita ketahui bahwa kemampuan operasional komputer sangat dibutuhkan oleh pemerintah untuk meningkatkan efektivitas dan efesiensi pegawai dalam bekerja. Budaya kerja pemerintah selama ini yang cenderung bekerja secara manual akan berubah secara perlahan seiring dengan meningkatnya kemampuan operasional ini. Akhirnya akan mempengaruhi kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya secara efektif. 

    Keberterimaan warga belajar terhadap TIK dalam program pendidikan luar sekolah adalah sangat membantu warga belajar dalam suatu program, karena seiring jalannya waktu teknologi informasi dan komunikasi semakin berkembang, jadi warga belajar sangat menerima atas kehadirannya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat membantu atau menunjang dalam proses pencapaian tujuan warga belajar tersebut.
Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan mutu pendidikan, yaitu dengan cara membuka lebar-lebar terhadap akses ilmu pengetahuan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu. Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi memberikan jangkauan yang luas, cepat, efektif, dan efesien terhadap penyebarluasan informasi ke berbagai penjuru dunia. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan  teori dan komunikasi teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran.  Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang paling pokok dalam keseluruhan proses pendidikan. Hal ini berarti pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses pembelajaran dirancang dan dijalankan secara profesional. Setiap kegiatan pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, sistematis, dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak yang menikmati kondisi belajar yang  menciptakan guru tersebut. Dengan kata lain untuk pendidikan dan pengembangan guru sangat   penting bagi keberhasilan penerapan kurikulum berbasis TIK.  

    Semakin berkembangnya manusia, berkembanglah pula ilmu pengetahuan dan teknologi di segala bidang. Itu semua mengharuskan pendidikan menyesuaikan langkahnya jika ingin tetap relevan. Hal itu menjadikan pendidikan menjadi kian mahal, satu kenyataan yang sering kurang disadari oleh banyak orang. Dilain pihak berkembangnya umat manusia mendorong makin banyak orang untuk maju dan tak mau tertinggal. Dan mereka semua memerlukan pendidikan yang lebih baik. Akibatnya, baik faktor kualitas maupun kuantitas pendidikan tidak dapat bisa diabaikan. Pendidikan harus diselenggarakan secara bermutu dan adil mereta bagi seluruh rakyat. Maka, pendidikan yang sudah mahal, karena harus mencapai kualitas, menjadi semakin mahal karena harus melayani pula kuantitas.  

    Peranan TIK dianggap sangat penting dalam dunia pendidikan. Pendidikan suatu bangsa merupakan tolak ukur kemampuan suatu bangsa. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita. Salah satu cara pemanfaatan TIK adalah melalaui pembelajaran di kelas yang berbasis teknologi dan informasi. Guru sebagai tenaga pengajar yang profesional harus tahu dan paham akan pentingnya TIK dalam pembelajaran pada saat ini. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik.

    Contoh sederhananya saja ialah komputer sebagai media pembelajaran. Komputer awalnya digunakan amat terbatas, hanya untuk keperluan menghitung dalam kegiatan administrasi saja, tetapi sekarang aplikasi komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai sarana komputasi dan pengolahan kata (word processor) tetapi juga sangat memungkinkan sebagai sarana belajar untuk keperluan pendidikan, menurut Rusman, dkk (2011). Kecendrungan menggunakan media komputer dalam bidang pendidikan sudah mulai tanpak sekitar pada tahun 1970-an, kini pemanfaatan teknologi komputer telah banyak memberikan kontribusi terhadap proses pembelajaran salah satunya adalah dengan penerapan pembelajaran berbasis komputer. Penggunaan komputer dalam pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses pembelajaran secara individual (individual learning) dengan menumbuhkan kemandirian dalam proses belajar, sehingga siswa akan mengalami proses yang jauh lebih bermakna dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.

Pemanfaatan internet dalam pembelajaran
    Perkembangan teknologi yang sangat pesat telah memiliki peranan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan termasuk di dalamnya untuk pendidikan atau pembelajaran. Internet sebagai hasil dari perkembangan teknologi tentunya memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan. Secara tidak langsung internet mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan dengan arus informasi globalisasi, secara langsung internet dapat dimanfaatkan sebagai sumber dan media pembelajaran bagi para peserta didik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.

    Apalagi di masa pandemi yang belum juga berakhir E-Learning sebagai salah satu produk TIK sangat diterima oleh warga belajar karena pemanfaatan E-learning dalam pembelajaran.
Perkembangan Teknologi Komputer saat ini telah membentuk suatu jaringan (network) yang dapat memberi kemungkinan bagi peserta didik untuk berinteraksi dengan sumber belajar secara luas. Jaringan komputer berupa internet dan web telah membuka akses bagi setiap orang untuk memperolah informasi dan ilmu pengetahuan terkini dalam bidang akademik mereka masing-masing. Diskusi dan interaksi keilmuan dapat terselenggara melalui  tersedianya fasilitas internet dan web dengan sistem e-learning sehingga memungkinkan peserta didik untuk mengakses informasi secara fleksibel tanpa terbatas waktu dan tempat.

Daftar Bacaan:
Rifani, M., & Permadi, J. (2019). Aplikasi Pendaftaran Rawa BaTIK (Ruang Aktivitas Warga Belajar        Aplikasi dan TIK) Berbasis Web. Jurnal





Kamis, 09 September 2021

Sudah paham belum tentang aspek pengelolaan sumber daya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk program Pendidikan Luar Sekolah (PLS)


Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang



    Seperti yang kita ketahui di Indonesia kesadaran secara meluas bahwa internet sebagai medium bisnis baru muncul awal tahun 2000. Selain kondisi sosial politik dan bangkitnya optimisme masyarakat domestik terhadap masa depan ekonomi Indonesia serta euphoria e-Business di berbagai penjuru dunia sedang mencapai puncaknya, banyak orang Indonesia yang baru tersadar bahwa internet menjanjikan peluang bisnis yang luar biasa. Namun dipihak lain kendala infrastruktur dan rendahnya daya beli, membuat bisnis internet di Indonesia menjadi serba tanggung. 

    Perkembangan e-Business di Indonesia masih banyak mengalami kendala, salah satunya yang berkaitan dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan teknologi ini. Kendala tersebut muncul karena belum tersosialisasikan secara meluas penggunaan transaksi informasi melalui media elektronik di kalangan dunia usaha kecil menengah, serta masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat jasa internet untuk peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Selain itu rnasyarakat Indonesia belum sepenuhnya percaya menggunakan jasa internet untuk melakukan transaksi pembayaran secara online mengingat tingginya resiko keamanan karena belum adanya perlindungan hukum maupun standar teknis transaksi informasi melalui internet yang dapat menjamin keamanan serta hukum. 

    Selain berkembangnya e-business Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) juga mempengaruhi di bidang pendidikan, Penelitian terbaru McKinsey menunjukkan, salah satu dari tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah minimnya SDM berkualitasi. Hal ini disebabkan minimnya jumlah lulusan SMA dan perguruan tinggi yang mampu bersaing untuk lowongan kerja di Indonesia. Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pendidikan bagi para pelajar di daerah terpencil dengan populasi yang rendah, termasuk Indonesia bagian Timur. Pelajar-pelajar tersebut akan memperoleh akses pendidikan berkualitas dalam bentuk video lewat penggunaan laptop dibandingkan harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi ke sekolah.

    Teknologi adalah elemen krusial dalam proses menuju Education 4.0, tenaga pengajar dapat berkolaborasi lebih baik dengan para pelajar melalui personalisasi. Hal ini membuat para tenaga pengajar dapat mengelola perangkat-perangkat dalam kelas dan merencanakan rencana studi yang akan memberikan hasil pembelajaran lebih baik. Personalisasi melalui sebuah perangkat memungkinkan pemanfaatan teknologi yang optimal dan memberdayakan para pelajar dalam proses pembelajaran mereka.

    Salah satunya dengan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), kedua alat ini dapat meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar saat para pelajar menghadapi pembelajaran berbasis penugasan. Augmented Reality (AR) telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Contohnya AR dapat menjadi properti mengajar, Penggunaan augmented reality di kelas juga bisa mengubah kelas yang biasa jadi luar biasa bagi para siswa. Anda bisa menyuguhkan contoh-contoh atau game sederhana yang dibuat menggunakan AR. Dengan visual yang interaktif, siswa akan lebih mudah menyerap materi yang diajarkan. AR juga dapat diterapkan untuk pelatihan. Tetapi AR dilaksanakan secara langsung dan dilengkapi dengan elemen-elemen digital.

    Virtual Reality (VR) dilaksanakan secara virtual dengan rangsangan terbatas dari dunia nyata. Apalagi di masa pandemi ini VR sangat dibutuhkan untuk meneruskan kegiatan-kegiatan terlebih dalam bidang pendidikan. Sebagai pionir dalam pengalaman personal technology, HandPhone membantu Indonesia meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) contohnya terhadap sistem pendidikannya dengan inovasi teknologi dan inisiatif dalam kemitraan dengan institusi-institusi lokal terkait.

    Maka semua pemangku kepentingan, termasuk para motivator atapun para tenaga kerja pendidik, perlu turut berpartisipasi dalam mendukung pendidikan di Indonesia. Dengan meningkatkan sistem pendidikan sejak dini, kita dapat memperkaya proses pembelajaran dan membentuk tenaga kerja masa depan yang siap dengan perangkat, alat, pola pikir, dan lingkungan yang tepat untuk bekerja dalam dunia yang kerap berubah.


Daftar Bacaan:
Depkominfo. 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government (Inpres No. 3          
     Tahun  2003). Depkominfo.






























;

Jumat, 03 September 2021

Yuk pahami TIK sebagai sarana komunikasi dengan beberapa kelompok sasaran

 MEMAHAMI TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN

Dibuat Oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang



  Tentu kita sudah tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Luasnya daerah dan terdiri dari berbagai etnis, dan budaya membuat Indonesia memerlukan TIK sebagai sarana mempersatukan keragaman tersebut. Oleh karena itu peran penting TIK adalah untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar tumbuh jiwa nasionalisme dalam suatu bangsa.

   Pembangunan bangsa, karena melihat semakin meningkatnya penggunaan Teknologi sebagai sarana transaksi jual beli masyarakat. Oleh karena itu pemerintah membuat UU terkait tujuan pemanfaatan TIK yang terdapat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu dengan tujuan : 
  1. Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia
  2. Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  3. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik
  4. Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab
  5. Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi. penggunaan TIK menjadi salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional.
    Di zaman modern sekarang ini tentu tidak menjadi suatu hambatan bagi kita untuk belajar dan berkarya terlebih lagi adanya pandemi covid 19 oleh karena itu bentuk perubahan tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis fully e-learning.

Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan

    Mengembangkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sebuah pelatihan akan menjadi efektif apabila diikuti oleh peserta yang membutuhkannya. Oleh sebab itu penentuan materi pelatihan yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Vatanartiran bahwa analisis kebutuhan itu sebagai pengantar kesuksesan pelatihan dan pembawa arah perencanaan pelatihan. Terlebih untuk pelatihan untuk guru.
    Adapun beberapa cara mengembangkan praktek TIK dalam Program Pelatihan yaitu :
High potential
  1. Penambahan Software Pembelajaran
  2. Pengembangan Web
Key Operational
  1. Jaringan Internet
  2. Pengadaan Hardware
  3. Pengadaan Software
  4. Perawatan
Support
  1. Pojok Internet
  2. Perpustakaan Digital
  3. Kelas Virtual
  4. Lab Multimedia
  5. Papan Elektronik
Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat

   Ada strategi yang digunakan untuk praktek TIK dalam pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. Salah satu yang bisa dimanfaatkan dengan adanya penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yaitu salah satunya dalam bidang pangan dan pertanian.

    Ada dua hal yang bisa dilihat bagaimana TIK berpengaruh bagi pembangunan. Pertama, bagaimana akibat kemajuan tersebut bagi upaya meningkatkan kehidupan sebagian besar masyarakat yang selama ini telah tertinggal dibandingkan mereka yang berada di negara maju. Dan yang Kedua, bagaimana TIK dapat dieksploitasi oleh negara-negara berkembang untuk mendapatkan akses ke pasar dunia dan memaksimumkan kelebihan kompetitif (competitive advantages) mereka. Karena TIK dapat berkemungkinan untuk dipakai dalam segala tempat dan keperluan. Sebagai contoh untuk bidang di sektor perdagangan salah satunya yaitu e-commerce. Teknologi internet mengubah aktivitas perdagangan, yang awalnya konvensional menjadi serba digital. Bisnis start up di sektor e- commerce menjamur, memangkas jalur distribusi barang dari produsen ke konsumen. Di Indonesia pertumbuhan bisnis e-commerce mencapai Rp 295 triliun. UMKM/UKM salah satu yang memanfaatkan e-commerce dalam memasarkan produk-produknya. Ada sekitar 57.9 juta pelaku UMKM di Indonesia, dengan kontribusi terhadap PDB 58,92% dan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja 97,30%. 

   Contoh di atas, sudah membuktikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi berguna untuk pemberdayaan masyrakat. Membangun pola pikir, membangun keterbukaan, membangun cara hidup yang lebih baik, dan membangun sebuah peradaban. Siapa saja yang memiliki akses ke teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi semakin berdaya kuasa, mereka yang tidak memilikinya akan semakin tersingkir baik secara politik, sosial, maupun ekonomi.

Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program penyuluhan atau iklan layanan masyarakat

   Kegunaan penyuluhan dengan menggunakan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) maka Informasi yang didapatkan dapat menjadi acuan pengembangan. Karena itu disini diperlukan adanya peran penyuluh. 

   Dengan berkembangnya teknologi informasi dan multimedia yang begitu cepat maka akan berdampak pada peningkatan terhadap kualitas sumber daya tenaga penyuluh. Penyuluh masyarakat dituntut untuk memahami teknologi informasi dan komunikasi. Para penyuluh juga harus mampu mengaplikasikan teknologi informasi sebelum mereka melakukan penyuluhan. Sehingga pada akhirnya penyuluhan berfungsi untuk menjembatani kesenjangan antara praktek yang harus atau biasa dijalankan oleh masyarakat dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut.

Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan

  Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

  Cara mengembangkan TIK untuk pendidikan Kesetaraan yang pertama, mampu meningkatkan Harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik. Karena pada dasarnya perasaan bangga dan percaya diri yang sama juga akan muncul dari seorang peserta didik pake C saat ia mampu menyalakan dan mematikan komputer atau menggunakan kamera digital. Yang kedua, sarana dan prasarana TIK haruslah low cost. Masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap besaran harga dari barang apapun Akan mudah kehilangan semangat belajarnya apabila dihadapkan dengan kenyataan mahalnya harga sarana dan prasarana TIK. Dan yang ketiga, konten pembelajaran dan sumber daya manusia yang memadai seperti mengembangkan perangkat lunak edukasi, bahan belajar multimedia interaktif, DVD pembelajaran yang murah namun berkualitas, serta diperlukan situs dengan konten pembelajaran dari para pelaku TIK atau juga setiap orang yang peduli akan pendidikan.

Sumber Bacaan:

Arifin, Z. (2012). Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian, edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Amaliyyah. (2012, 14 September). Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Diklat.
Prawiradilaga, D. S. (2014). Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
P. Taylor, 2003. How To Design a Training Course, London: Cromwell Press Ltd.



Bagaimana sih pemaparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi (TIK)?

Paparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  Dibuat Oleh: Irfan Darma Putra 19005064 PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH F...