Kamis, 09 September 2021

Sudah paham belum tentang aspek pengelolaan sumber daya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk program Pendidikan Luar Sekolah (PLS)


Dibuat oleh:

Irfan Darma Putra (19005064)

Pendidikan Luar Sekolah

Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Negeri Padang



    Seperti yang kita ketahui di Indonesia kesadaran secara meluas bahwa internet sebagai medium bisnis baru muncul awal tahun 2000. Selain kondisi sosial politik dan bangkitnya optimisme masyarakat domestik terhadap masa depan ekonomi Indonesia serta euphoria e-Business di berbagai penjuru dunia sedang mencapai puncaknya, banyak orang Indonesia yang baru tersadar bahwa internet menjanjikan peluang bisnis yang luar biasa. Namun dipihak lain kendala infrastruktur dan rendahnya daya beli, membuat bisnis internet di Indonesia menjadi serba tanggung. 

    Perkembangan e-Business di Indonesia masih banyak mengalami kendala, salah satunya yang berkaitan dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam memanfaatkan teknologi ini. Kendala tersebut muncul karena belum tersosialisasikan secara meluas penggunaan transaksi informasi melalui media elektronik di kalangan dunia usaha kecil menengah, serta masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat jasa internet untuk peningkatan taraf kehidupan masyarakat. Selain itu rnasyarakat Indonesia belum sepenuhnya percaya menggunakan jasa internet untuk melakukan transaksi pembayaran secara online mengingat tingginya resiko keamanan karena belum adanya perlindungan hukum maupun standar teknis transaksi informasi melalui internet yang dapat menjamin keamanan serta hukum. 

    Selain berkembangnya e-business Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) juga mempengaruhi di bidang pendidikan, Penelitian terbaru McKinsey menunjukkan, salah satu dari tantangan utama yang dihadapi Indonesia adalah minimnya SDM berkualitasi. Hal ini disebabkan minimnya jumlah lulusan SMA dan perguruan tinggi yang mampu bersaing untuk lowongan kerja di Indonesia. Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memberikan pendidikan bagi para pelajar di daerah terpencil dengan populasi yang rendah, termasuk Indonesia bagian Timur. Pelajar-pelajar tersebut akan memperoleh akses pendidikan berkualitas dalam bentuk video lewat penggunaan laptop dibandingkan harus menempuh perjalanan jauh untuk pergi ke sekolah.

    Teknologi adalah elemen krusial dalam proses menuju Education 4.0, tenaga pengajar dapat berkolaborasi lebih baik dengan para pelajar melalui personalisasi. Hal ini membuat para tenaga pengajar dapat mengelola perangkat-perangkat dalam kelas dan merencanakan rencana studi yang akan memberikan hasil pembelajaran lebih baik. Personalisasi melalui sebuah perangkat memungkinkan pemanfaatan teknologi yang optimal dan memberdayakan para pelajar dalam proses pembelajaran mereka.

    Salah satunya dengan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), kedua alat ini dapat meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar saat para pelajar menghadapi pembelajaran berbasis penugasan. Augmented Reality (AR) telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Contohnya AR dapat menjadi properti mengajar, Penggunaan augmented reality di kelas juga bisa mengubah kelas yang biasa jadi luar biasa bagi para siswa. Anda bisa menyuguhkan contoh-contoh atau game sederhana yang dibuat menggunakan AR. Dengan visual yang interaktif, siswa akan lebih mudah menyerap materi yang diajarkan. AR juga dapat diterapkan untuk pelatihan. Tetapi AR dilaksanakan secara langsung dan dilengkapi dengan elemen-elemen digital.

    Virtual Reality (VR) dilaksanakan secara virtual dengan rangsangan terbatas dari dunia nyata. Apalagi di masa pandemi ini VR sangat dibutuhkan untuk meneruskan kegiatan-kegiatan terlebih dalam bidang pendidikan. Sebagai pionir dalam pengalaman personal technology, HandPhone membantu Indonesia meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) contohnya terhadap sistem pendidikannya dengan inovasi teknologi dan inisiatif dalam kemitraan dengan institusi-institusi lokal terkait.

    Maka semua pemangku kepentingan, termasuk para motivator atapun para tenaga kerja pendidik, perlu turut berpartisipasi dalam mendukung pendidikan di Indonesia. Dengan meningkatkan sistem pendidikan sejak dini, kita dapat memperkaya proses pembelajaran dan membentuk tenaga kerja masa depan yang siap dengan perangkat, alat, pola pikir, dan lingkungan yang tepat untuk bekerja dalam dunia yang kerap berubah.


Daftar Bacaan:
Depkominfo. 2003. Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government (Inpres No. 3          
     Tahun  2003). Depkominfo.






























;

17 komentar:

Bagaimana sih pemaparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi (TIK)?

Paparan hasil perancangan Produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  Dibuat Oleh: Irfan Darma Putra 19005064 PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH F...