MEMAHAMI TIK SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI DENGAN KELOMPOK SASARAN
Dibuat Oleh:
Irfan Darma Putra (19005064)
Pendidikan Luar Sekolah
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Padang
Tentu kita sudah tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Luasnya daerah dan terdiri dari berbagai etnis, dan budaya membuat Indonesia memerlukan TIK sebagai sarana mempersatukan keragaman tersebut. Oleh karena itu peran penting TIK adalah untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar tumbuh jiwa nasionalisme dalam suatu bangsa.
Pembangunan bangsa, karena melihat semakin meningkatnya penggunaan Teknologi sebagai sarana transaksi jual beli masyarakat. Oleh karena itu pemerintah membuat UU terkait tujuan pemanfaatan TIK yang terdapat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yaitu dengan tujuan :
- Mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia
- Mengembangkan perdagangan dan perekonomian nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
- Meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik
- Membuka kesempatan seluas-luasnya kepada setiap orang untuk memajukan pemikiran dan kemampuan di bidang penggunaan dan pemanfaatan Teknologi Informasi seoptimal mungkin dan bertanggung jawab
- Memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum bagi pengguna dan penyelenggara Teknologi Informasi. penggunaan TIK menjadi salah satu kebijakan Departemen Pendidikan Nasional.
Di zaman modern sekarang ini tentu tidak menjadi suatu hambatan bagi kita untuk belajar dan berkarya terlebih lagi adanya pandemi covid 19 oleh karena itu bentuk perubahan tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam penyelenggaraan pembelajaran berbasis fully e-learning.
Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pelatihan
Mengembangkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk sebuah pelatihan akan menjadi efektif apabila diikuti oleh peserta yang membutuhkannya. Oleh sebab itu penentuan materi pelatihan yang baik adalah yang sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Vatanartiran bahwa analisis kebutuhan itu sebagai pengantar kesuksesan pelatihan dan pembawa arah perencanaan pelatihan. Terlebih untuk pelatihan untuk guru.
Adapun beberapa cara mengembangkan praktek TIK dalam Program Pelatihan yaitu :
High potential
- Penambahan Software Pembelajaran
- Pengembangan Web
Key Operational
- Jaringan Internet
- Pengadaan Hardware
- Pengadaan Software
- Perawatan
Support
- Pojok Internet
- Perpustakaan Digital
- Kelas Virtual
- Lab Multimedia
- Papan Elektronik
Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pemberdayaan Masyarakat
Ada strategi yang digunakan untuk praktek TIK dalam pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat. Salah satu yang bisa dimanfaatkan dengan adanya penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi yaitu salah satunya dalam bidang pangan dan pertanian.
Ada dua hal yang bisa dilihat bagaimana TIK berpengaruh bagi pembangunan. Pertama, bagaimana akibat kemajuan tersebut bagi upaya meningkatkan kehidupan sebagian besar masyarakat yang selama ini telah tertinggal dibandingkan mereka yang berada di negara maju. Dan yang Kedua, bagaimana TIK dapat dieksploitasi oleh negara-negara berkembang untuk mendapatkan akses ke pasar dunia dan memaksimumkan kelebihan kompetitif (competitive advantages) mereka. Karena TIK dapat berkemungkinan untuk dipakai dalam segala tempat dan keperluan. Sebagai contoh untuk bidang di sektor perdagangan salah satunya yaitu e-commerce. Teknologi internet mengubah aktivitas perdagangan, yang awalnya konvensional menjadi serba digital. Bisnis start up di sektor e- commerce menjamur, memangkas jalur distribusi barang dari produsen ke konsumen. Di Indonesia pertumbuhan bisnis e-commerce mencapai Rp 295 triliun. UMKM/UKM salah satu yang memanfaatkan e-commerce dalam memasarkan produk-produknya. Ada sekitar 57.9 juta pelaku UMKM di Indonesia, dengan kontribusi terhadap PDB 58,92% dan kontribusi dalam penyerapan tenaga kerja 97,30%.
Contoh di atas, sudah membuktikan bahwa teknologi informasi dan komunikasi berguna untuk pemberdayaan masyrakat. Membangun pola pikir, membangun keterbukaan, membangun cara hidup yang lebih baik, dan membangun sebuah peradaban. Siapa saja yang memiliki akses ke teknologi informasi dan komunikasi akan menjadi semakin berdaya kuasa, mereka yang tidak memilikinya akan semakin tersingkir baik secara politik, sosial, maupun ekonomi.
Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran program penyuluhan atau iklan layanan masyarakat
Kegunaan penyuluhan dengan menggunakan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) maka Informasi yang didapatkan dapat menjadi acuan pengembangan. Karena itu disini diperlukan adanya peran penyuluh.
Dengan berkembangnya teknologi informasi dan multimedia yang begitu cepat maka akan berdampak pada peningkatan terhadap kualitas sumber daya tenaga penyuluh. Penyuluh masyarakat dituntut untuk memahami teknologi informasi dan komunikasi. Para penyuluh juga harus mampu mengaplikasikan teknologi informasi sebelum mereka melakukan penyuluhan. Sehingga pada akhirnya penyuluhan berfungsi untuk menjembatani kesenjangan antara praktek yang harus atau biasa dijalankan oleh masyarakat dengan pengetahuan dan teknologi yang selalu berkembang yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut.
Perkembangan Praktek Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Program Pendidikan Kesetaraan
Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
Cara mengembangkan TIK untuk pendidikan Kesetaraan yang pertama, mampu meningkatkan Harkat, martabat dan kepercayaan diri peserta didik. Karena pada dasarnya perasaan bangga dan percaya diri yang sama juga akan muncul dari seorang peserta didik pake C saat ia mampu menyalakan dan mematikan komputer atau menggunakan kamera digital. Yang kedua, sarana dan prasarana TIK haruslah low cost. Masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap besaran harga dari barang apapun Akan mudah kehilangan semangat belajarnya apabila dihadapkan dengan kenyataan mahalnya harga sarana dan prasarana TIK. Dan yang ketiga, konten pembelajaran dan sumber daya manusia yang memadai seperti mengembangkan perangkat lunak edukasi, bahan belajar multimedia interaktif, DVD pembelajaran yang murah namun berkualitas, serta diperlukan situs dengan konten pembelajaran dari para pelaku TIK atau juga setiap orang yang peduli akan pendidikan.
Sumber Bacaan:
Arifin, Z. (2012). Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Arikunto, S. (2005). Manajemen Penelitian, edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta.
Amaliyyah. (2012, 14 September). Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Diklat.
Prawiradilaga, D. S. (2014). Wawasan Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
P. Taylor, 2003. How To Design a Training Course, London: Cromwell Press Ltd.

Mantap
BalasHapusSemangat saudara
BalasHapusMantap
BalasHapusMantap bg 👍🏻
BalasHapusNice
BalasHapusMantap penulis
BalasHapusnicee pan
BalasHapusTerimakasih ilmunya penulis
BalasHapusNice
BalasHapusSemangat
BalasHapus